Denis Arifandi Pakih Sati

Nama lengkap saya adalah Denis Arifandi Pakih Sati, Lc. M.H. Kadangkala, kalau menulis, saya menggunakan Nama Pena: D.A. Pakih Sati, ya sekadar singkatan nama saja.

Saya Asli Minang. Kedua Orangtua bersuku Minang. Besar dan kecil di Mingkabau. Ketika masuk usia kuliah, barulah saya meninggalkan Sumatera Barat untuk berpindah belajar di Jakarta. Kampung saya itu berada di Sijunjung, tepatnya Kecamatan Kupitan. Saya lahir disana.

Nama “Pakih Sati” yang ada di ujung nama saya itu adalah gelar adat di Minangkabau, yang didapatkan oleh seseorang ketika ia menikah. Atau bisa juga dapat sebelum menikah, dengan kesepakatan para pemimpin adat dengan syarat tertentu. Di dapatkan dari ninikmamak dari pihak ibu. Pakih itu berkaitan dengan kata FAQIH dalam bahasa Arab, yang artinya paham agama. Jadi, kecil punya nama besar punya gelar. Dan saya sendiri, lebih senang di panggil dengan gelar itu. Silahkan panggil PAKIH.

#Denis Arifandi Pakih Sati

Riwayat Pendidikan


#TK Jihad Kampung Baru
 Inilah ruang sekolah yang pertama kali saya injak. Lokasinya tidak jauh dari rumah. Jikalau sedang Istirahat, saya bisa lansung pulang ke rumah. Saya masih ingat guru pertama saya di TK ini, panggilannya Bu Yet. Nama lengkapnya saya sudah lupa. Mohon maaf ya, bu!

#SD Negeri 08 Kampung Baru
Layaknya anak lainnya, saya menjalani masa studi disini selama 6 tahun. Nama awalnya adalah SD Inpres (Instruksi Presiden) Kampung Baru. Disinilah tempat awal saya belajar membaca dan memahami berbagai hal terkait ilmu pengetahuan. Guru ketika kelas satu adalah Bu Farida, dan guru Kelas enam adalah Bapak Harun. Itu yang masih teringat nyata dalam benak saya. Ada juga Bu Maysarah, Bapak Ibrahim, Bapak Umar, dan lain-lain. Semoga Allah SWT merahmati mereka semuanya.

#MtsN Padang Sibusuk
Tiga tahu berada di sekolah ini, banyak hal yang saya pelajari, terutama masalah kepemimpinan. Saya pernah menjadi Ketua OSIS di sekolah ini, dan pernah juga merasakan Juara Umum. Salam buat teman-teman yang dahulu sama-sama belajar disini, dan doa terbaik untuk para guru yang sudah mengajarkan kami.

#MAKN (MAPK) Koto Baru Padang Panjang
Sekolah yang satu ini merupakan sekolah Kaderisasi Ulama yang pertama kali diinisiasi oleh Menteri Agama Munawwir Syadzali. Sistemnya pembelajarannya sama seperti pesantrenan, tapi negeri. Setiap bulan, kita mendapatkan uang tunjangan pendidikan. Lumayanlah untuk ukuran anak SMA yang ingin menambah uang jajannya. Jumlah yang diterima disisi terbatas, hanya 40 orang siswa setiap tahunnya. Ketika zaman saya, yang mendaftar itu lumayan, yang berasal dari beberapa provinsi di Sumatera.

Satu hal yang saya ingat disini; Saya bisa Bahasa Arab, dimulai dari sini. Sebelumnya, saya bisa dikatakan tidak bisa bahasa Arab sama sekali. Sekadar tahu dhamir saja. Disinilah saya bisa membaca kitab, dengan berhasil menjuarai lomba Qiraatul Kutub di sejumlah lomba MTQ tingkat kabupaten di Sumatera Barat.

Kita tinggal di Asrama dari kelas satu sampai tamat. Gratis. Banyak pengalaman pembelajaran yang saya alami disini, yang tidak akan terlupakan. Salam bagi teman-teman MAPOKUS semua.

#Idad Lughawi LIPIA Jakarta & Takmili LIPIA Jakarta
Masih ingat jelas dalam ingatan saya, bagaiaman bersusah payaknya agar bisa menjadi bagian dari LIPIA Jakarta ini.  Ketika saya mendaftar, yang diterima hanyalah 60 orang untuk semester Genap dan 60 orang untuk semester Ganjil. Sedangkan jumlah pendaftarnya adalah 1.300 orang. Dan untuk semester Genap, jatah kuotanya yang 60 orang sudah diambil sebagiannya oleh para Mahasiswa dari Philipina. Jumlah mereka 30 orang. Jadi yang tersisa hanyalah 30 kursi. Itulah yang kami perebutkan; anak-anak Indonesia.

Di masa ini, tidak ada ceritanya lansung bisa Syariah atau Takmili. Semuanya  harus melalui tahapan yang ada. Walaupun aslinya kami sudah punya basic Bahasa Arab, tetapi tetap harus mengulang dari awal. Alhamdulillah, saya diterima dan bisa masuk di Semester Genap. Jikalau masuk di Semester Ganjil, itu artinya harus siap-siap menunggu selama 6 bulan. Dan sungguh tidak mengasyikkan.

Ketika berada di Program Idad ini, kami mendapatkan beasiswa setiap bulannya sebanyak 250 riyal, dan ketika di Takmili sebanyak 300 riyal, yang biasanya dirapel sekali dalam tiga bulan. Jikalau mau tinggal di Asrama, juga disediakan. Hanya saja daya tampungnya terbatas, dan diutamakan untuk para Mahasiswa yang berasal dari luar daerah atau luar Indonesia.

Setelah dua tahun menjalani masa I'dad, masa selanjutnya yang harus ditempuh adalah Takmili yang durasinya adalah setahun penuh. Bisa dipastikan,  tes untuk naik ke tingkat Takmiliki dari I'dad, lebih menyeramkan dan lebih sulit dari tes naik tingkat ke Fakultas Syariah. Ini kata saya, dan juga kata teman-teman yang ikut tes bersama saya. Maklum saja, tes yang diujikan berkaitan dengan sastra Arab, balaghah dengan segala variannya. Dan itu bukan sesuatu yang mudah, kawan!

Alhamduillah, saya berhasil menjalani tes ini dan duduk di bangku Takmili, lansung setelah selesai dari masa I'dad.


#Fakultas Syariah LIPIA Jakarta, Cabang Universitas Imam Ibn Saud, Riyadh Arab Saudi
Di Fakultas Syariah, saya belajar banyak tentang Fikih, Ushul Fikih, Tafsir, Hadits, dan lain-lain. Disinilah saya merasa benar-benar mendalami keilmuan Islam di bawah bimbingan Para Doktor dan Profesor dari Arab Saudi dan  Negara-Negara Timur Tengah lainnya. Masa-masa yang tidak akan pernah terlupakan.


#Magister Hukum Islam dengan konsentrasi Hukum Bisnis Syariah, UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta
Di Magister UIN Sunan Kalijaga, saya banyak belajar kepada para pakar keilmuan Islam di Tanah Air, seperti Prof. Dr. Syamsul Anwar, yang selain Dosen di UIN juga merupakan Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah; Prof. Dr. Abdus Salam Arif, yang ketika itu mengajar mengenai Fikih Ekonomi Islam; Prof Dr. al-Makin, yang ketika itu mengajar Metodologi Penelitian; Dr. Ali Shadiqin, yang mengajarkan Ushul Fiqih; Dr. Siti Anisah, yang mengajar Hukum Bisnis; Dr. Thomtowi; Dr. Abdul Mujib, yang menjadi pembimbing saya dalam penulisan Thesis. Dan banyak para Guru lainnya yang jasanya dan keilmuannya tidak akan terlupakan.

Mohon doanya agar segera bisa menjadi Doktor, ya! []