Fakta dan Keunikan Seputar al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj Menurut Islam

No Comments
Ketika berbicara masalah al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj, kita seolah-olah sedang membicarakan sesuatu yang horror, menakutkan. Kalau saya bicara masalah ini ke anak saya, ia akan lansung menyahut, “Bi, ceritanya jangan seram-seram dunk.” Hehe…

Kisah apapun, pasti akan menarik bagi setiap orang. Siapa pun pasti tertarik mendengarkannya. Termasuk kisah al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj ini; bagaimana awal mulanya dan bagaimana ceritanya nanti di akhir zaman, bagaimana bentuk mereka dan bagaimana mereka nanti dikalahkan. Hanya saja, yang sangat disayangkan, kisah ini seringkali disusupi khalayan, khurafat dan mitos yang tidak pada tempatnya. Jadinya, kisah yang aslinya nyata dan pasti akan terjadi di masa yang akan datang, berubah menjadi fantasi khalayan, layaknya film-film Hollywood, bukan Bollywodd.

#Fakta dan Keunikan Seputar al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj Menurut Islam

Dalam catatan kali ini, kita akan melihat kisah al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj dalam al-Quran, kemudian juga dalam Sunnah dan Hadits Nabi, kemudian kita juga akan menyajikan seputar mitos dan khurafat yang menyertainya

Kisah al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj Dalam al-Qurân al-Karím


Penyebutan al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj dalam al-Qurân al-Karím terdapat dalam firman Allah SWT:
حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan." (Surat al-Kahfi: 93)

قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا
Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (Surat al-Kahfi: 94)

Serta beberapa ayat setelahnya.

Ayat-ayat ini menjelaskan kepada kita bagaimana al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj sudah menjadi pelaku kerusakan, kejahatan, dan memiliki kekuatan semenjak dahulu kala. Tidak ada sesuatu pun yang mampu melawan kezhaliman mereka. Kenapa? Karena mereka kuat, karena mereka perkasa.

Sampai, datanglah raja yang shaleh, bernama Dzù al-Qarnain. Penduduk negeri mengadukan kepadanya tentang kejahatan yang mereka alami, memintanya untuk membuat dinding pemisah dengan al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj, dan menjaga mereka dari kejahatan.

Raja tersebut mengabulkan permintaan mereka. Ia membuat dinding yang kuat dari potongan-potongan besi di antara dua gunung yang besar, kemudian dilelehkan timah di atasnya, sampai dindingnya benar-benar kokoh. Dengan dinding itu, terkurunglah al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj, terhalanglah kejahatan mereka terhadap penduduk negeri dan para hamba Allah SWT.

Ayat-ayat itu juga menunjukkan bahwa keberadaan al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj masih terkurung di dinding yang dibuat oleh Raja Dzù al-Qarnain. Hanya saja, jangka waktunya terbatas. Tidak selamanya. Dan waktu inilah yang dikabarkan oleh Rasulullah Saw dalam berbagai haditsnya. Mereka akan keluar di akhir zaman. Ketika hampir kiamat.

Penyebutan al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj juga terdapat dalam ayat lainnya di dalam al-Qurân al-Karím, yang menjelaskan banyaknya jumlah mereka dan cepatnya keluar mereka, yaitu firman-Nya:
حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ
Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." (Surat al-Anbiya: 96) 


Kisah al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj Dalam Hadits/Sunnah Nabi Muhammad Saw


Hadits Nabi Muhammad Saw menjelaskan tanda-tanda lebih jelas tentang dunia al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj, kemudian juga mengungkapkan banyak sisi gelap lainnya. Hadits-hadits tersebut menjelaskan bahwa mereka memiliki system dan pejabat yang dijadikan sebagai "Pusat Perintah". Bahasa lainnya; Pemerintah. Kemudian juga dijelaskan bahwa dinding yang dibuat oleh Raja Dzù al-Qarnain masih ada. Dinding itulah yang menghalangi mereka untuk berbuat tamak, memerangi bumi dan merusaknya.

Karena itulah, di antara bentuk semangat mereka untuk melakukan kerusakan, mereka bergerak setiap paginya untuk melobangi dinding tersebut. Ketika hampir berhasil, mereka menunda kerjanya sampai besok lagi. Kemudian Allah SWT mengambalikannya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Dan, ketika Allah SWT nantinya mengizinkan mereka untuk keluar, maka sehari sebelumnya mereka melobangi dinding tersebut seperti biasanya. Ketika sudah hampir berhasil menghancurkannya, pemimpin mereka berkata, “Kembali lagi saja besok. Kalian akan berhasil menghancurkannya.”

Besoknya, mereka kembali lagi, dan dindingnya sesuai dengan kondisi ketika mereka tinggalkan. Tidak seperti sebelumnya, yang jikalau ditinggalkan, maka akan berubah seperti semula seolah-olah belum pernah tersentuh. Mereka melanjutkan kerjanya dan berhasil menghancurkannya.

Ketika berhasil, mereka keluar dengan cepatnya, meminum semua air sungai. Ketika sampai di Danau Tiberias, barisan yang ada di depan meminum airnya, dan ketika sampai giliran yang bagian belakang, ternyata airnya sudah habis, kemudian mereka berkata, “Tadi disini ada airnya.”

Orang-orang bersembunyi karena takut kepada mereka. Ketika itu, fitnah yang mereka buat semakin menjadi-jadi. Mereka menipu anak manusia, khususnya yang lemah keimanannya. Mereka menembakkan anak panah ke langit, kemudian anak panah tersebut jatuh ke bumi dengan bercak darah. Ini merupakan cobaan dan ujian dari Allah SWT.

Mereka berkata, “Kita sudah berhasil menundukkan penduduk bumi, dan kita sudah berhasil mengalahkan penduduk langit.”

Kemudian, Allah SWT mengirimkan ulat yang keluar dari bagian belakang kepala mereka. Mereka pun mati. Mereka menjadi santapan bintang melata di muka bumi, sampai-sampai binatang itu menjadi gemuk karena saking banyaknya daging yang mereka makan, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibn Mâjah dalam sunannya.

Sejumlah hadits menjelaskan bahwa zaman keluarnya al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj, mereka sudah memiliki kekuatan yang luar biasa, jauh melampui seluruh anak manusia. Ada dua kemungkin dalam hal ini.
  1. Mereka lebih maju secara militer, sehingga mampu berkuasa dan mengalahkan yang lainnya.
  2. Ketika mereka keluar, peradaban materi yang ada sekarang ini sudah hilang, sehingga orang-orang berperang dengan cara klasik.

Sebagian riwayat  menjelaskan bahwa kaum muslimin akan menghadapi al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj dengan busur, panah, dan gear. Jangka waktunya selama tujuh tahun, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibn Mâjah dan selainnya.

Sejumlah hadits juga menjelaskan cirri fisik mereka, seperti wajah yang lebar, mata sipit, rambut pirang, dan wajah yang oval layaknya gear.

Sejumlah hadits juga menjelaskan bagaimana dahsyatnya kekufuran mereka. Mereka adalah mayoritas penghuni neraka. Dalam hadits dijelaskan bahwa Allah SWT berfirman kepada Adam pada hari Kiamat, “Keluarkanlah para penghuni Neraka.” Beliau bertanya, “Siapa penghuni neraka?” Dia berfirman: “Dari seribu, ada Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan (penghuni neraka).” Para sahabat terkejut dan berkata, “Wahai Rasulullah, “Siapakah di antara kami yang seorang itu?” Beliau menjawab:
أبشروا فإن منكم رجلاً ومن يأجوج ومأجوج ألفاً
“Bergembiralah. Seorang laki-laki itu, dari kalian. Dan seribu, dari al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj.” (Hr al-Bukhari)

Sejumlah hadits juga menjelaskan bahwa mereka akan keluar di akhir zaman, dekat kiamat, ketika manusia dikuasai oleh kejahatan dan kerusakan. Rasulullah Saw bersabda:
لن تقوم الساعة حتى يكون قبلها عشر آيات؛ طلوع الشمس من مغربها، وخروج الدابة، وخروج يأجوج ومأجوج
“Kiamat tidak akan terjadi sampai terjadi sebelumnya sepuluh tanda-tanda; terbitnya matahari di barat, keluarnya al-Dâbbah, keluarnya al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj…” (Hr Abu Daud)

Suatu hari Rasulullah Saw menghampiri istrinya, Zainab binti Jahsy radhiyallahu anha, dengan penuh ketakutan seraya berkata:
لا إله إلا الله، ويل للعرب من شر قد اقترب، فتح اليوم من سدِّ "يأجوج ومأجوج" مثل هذه، وحلق بإصبعه الإبهام والتي تليها

“Tidak ada ilah  melainkan Allah. Celakalah orang-orang Arab karena kejahatan yang sudah mendekat. Pada hari ini, dibuka sudah dinding penghalang al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj seperti bulan ini.” (beliau melingkarkan jari jempolnya ke jari setelahnya)
Zainab berkata, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan  hancur, sedangkan di antara kita ada orang-orang shaleh?”
Beliau menjawab:
نعم إذا كثر الخبث
“Ya, jikalau banyak kekejian.” (Hr al-Bukhari)

Urutan keluarnya mereka, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits tentang tanda kiamat, dimulai dengan keluarnya al-Dajjal, kemudian setelahnya turunlah Isâ al-Masíh alaihissalam, kemudian keluarlah setelahnya al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj.

Allah SWT memerintahkan Nabi Isâ alaihissalam untuk tidak memerangi mereka, tetapi dengan membawa orang-orang beriman menuju Bukit Thursina, kemudian mereka dikepung disana. Mereka mengalami kelaparan yang luar biasa.

Kemudian, mereka berdoa kepada Allah SWT untuk diselamatkan dari kejahatan al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj. Allah SWT pun menurunkan ulat yang keluar dari tengkuk kepala mereka, sehingga mereka mati sendiri. Bumi dipenuhi bau busuk. Setelahnya, Allah SWT kirimkan burung yang mirip leher unta, kemudian membawa al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj dan mencampakkan ke lokasi hanya diketahui-Nya.

Manusia pun mendapatkan kembali rasa aman mereka. Bumi mengeluarkan keberkahannya dan buah-buahannya. Sampai-sampai, semua anak manusia bisa makan bersama-sama dari satu tangkai anggur. Semua penduduk kampung bisa minum susu unta dengan sekali perah saja. Makmur sekali.

Setelah al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj dikalahkan, kaum muslimin menunaikan haji, sebagaimana djelaskan dalam hadits:
ليحجن البيت وليعتمرن بعد خروج يأجوج ومأجوج
“Mereka akan berhaji dan berumrah setelah keluarnya al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj.” (Hr Bukhari)

Hadits-Hadits yang Lemah (al-Dha’íf) dan Palsu (al-Maudhù’) Seputar al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj


Setelah dijelaskan point-point seputar dunia “al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj”, berdasarkan ayat-ayat al-Quran dan hadits-hadits Nabi, maka tidak salah pula jikalau dijelaskan sejumlah hadits lemah (al-Dha’íf) dan palsu (al-Maudhù’) yang mendeskripsikan mereka.

Hadits-hadits lemah (al-Dha’íf) dan palsu (al-Maudhù’) ini berperan melahirkan ketidakjelasan dan kekaburan seputar al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj. Di antaranya adalah…

Hadits:
يأجوج أمة، ومأجوج أمة، كل أمة أربعة آلاف أمة، لا يموت الرجل منهم حتى ينظر إلى ألف ذكر من صلبه كلهم قد حمل السلاح
“al-Ya’jùj adalah sebuah umat. al-Ma’jùj adalah sebuah umat. Setiap umat mencakup empat ribu umat. Tidak ada seorang laki-laki pun yang meninggal di antara merela, sampai diperlihatkan seribu laki-laki lainnya dari tulang punggungnya. Semuanya mengangkat senjata.”

Hadits di atas diriwayatkan oleh al-Thabrâni dan Ibn ‘Adí dalam al-Kâmil dan berkata, “Ini adalah hadits yang Mungkar lagi Maudhù’”.

Kemudian Hadits:
إن يأجوج ومأجوج من ولد آدم، وإنهم لو أرسلوا إلى الناس لأفسدوا عليهم معايشهم، ولن يموت منهم أحد إلا ترك من ذريته ألفاً فصاعداً، وإن من ورائهم ثلاث أمم تاويل وتاريس ومنسك
“al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj dari anak Adam. Jikalau mereka dilepaskan kepada anak manusia, maka mereka akan merusak kehidupan mereka. Tidak ada seorang pun yang meninggal di antara mereka, kecuali akan meninggalkan keturunannya sebanyak seribu lebih. Di belakang mereka ada tiga umat; Tâwíl, Târís, dan Mansak.

Hadits di atas diriwayatkan oleh al-Thayâlisí, kemudian al-Hâfidz Ibn Katsír mengatakan dalam kitabnya al-Bidâyah wa al-Nihâyah, “Hadits yang Gharíb sekali dan pensanadannya Dhâ’if. Ada derajat mungkar sekali dalam hadits ini.”

Hadits:
Hudzaifah bin al-Yamân radhiyallahu anhu bertanya kepada Rasulullah Saw tentang al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj, kemudian beliau menjawab:
يأجوج أمة ومأجوج أمة، كل أمة أربعمائة ألف أمة، لا يموت الرجل حتى ينظر إلى ألف ذكر بين يديه من صلبه، كل قد حمل السلاح
“al-Ya’jùj itu sebuah umat. Dan al-Ma’jùj itu sebuah umat. Setiap umat itu ada empat ratus ribu umat. Tidak ada seorang laki-laki pun yang meninggal di antara mereka, sampai diperlihatkan seribu laki-laki di hadapannya yang berasal dari tulang punggungnya. Semuanya membawa senjata.”

Saya bertanya, “Deskripsikan tentang mereka kepada kami?”
Beliau menjawab:
هم ثلاثة أصناف: فصنف منهم أمثال الأرز
“Mereka ada tiga kelompok. Di antara mereka adalah seperti al-Aruzz.”

Saya bertanya, “Apa itu al-Aruzz?”
Beliau menjawab:
شجر بالشام طول الشجرة عشرون ومائة ذراع في السماء، هؤلاء الذين لا يقوم لهم خيل ولا حديد، وصنف منهم يفترش بأذنه ويلتحف بالأخرى، لا يمرون بفيل ولا وحش ولا جمل ولا خنزير إلا أكلوه، ومن مات منهم أكلوه، مقدمتهم بالشام، وساقتهم بخراسان، يشربون أنهار المشرق وبحيرة طبرية
“Pohon di Syam yang tingginya seratus dua puluh hasta ke langit. Mereka tidak bisa ditunggangi kuda, dan pula besi. Ada kelompok lainnya yang telinganya menjuntai dan menutupi yang lainnya, tidaklah melewati gajah, binatang buas, unta, dan babi kecuali mereka memakannya. Siapa yang mati di antara mereka, maka yang lainnya akan memakannya. Kepala mereka ada di Syam, dan betis mereka ada di Khurasan. Mereka meminum air sungai-sungai yang ada di Timur dan Danau Tiberias.”

Al-Haitamí mengatakan, “Diriwayatkan oleh al-Thabrâni dalam Kitab al-Awsath. Dalam periwayatannya ada Yahyâ bin Sa’íd al-‘Atthâr. Kedudukannya Dha’íf. Ibn ‘Ady menghukumnya dalam al-Kâmil sebagai hadits Maudhù’ lagi Mungkar.”

***


Jadi, begitulah catatan seputar al-Ya’jùj dan al-Ma’jùj. Kita bisa melihat bagaimana turunnya makhluk itu, yang menyebabkan dunia diliputi ketakutan luar biasa. Sampai-sampai, kemunculannya menyebabkan tidak ada yang berani berangkat haji dan umrah.

Kemudian setelah kematian mereka, dunia menjadi nyaman dan tentram. Nikmat melimpah. Dan itulah ujung masa kehidupan. Kiamat sudah dekat. []
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar:

Post a Comment