Kewajiban Beriman Kepada al-Quran al-Karim

Kajian Kitab Minhaj al-Muslim, karya Syeikh Abu Bakar al-Jazairy
***

Seorang muslim wajib mempercayai bahwa al-Quran al-Karim adalah Kitabullah yang diturunkan kepada makhluk terbaik-Nya, Nabi dan Rasul terbaiknya; Nabi kita Muhammad Saw, sebagaimana kitab-kitab lainnya diturunkan kepada para Rasul sebelumnya.

Al-Quran menaskh (menghapus) dengan hukum-hukum yang ada di dalamnya, segala hukum yang ada di kitab-kitab samawiyah sebelumnya, sebagaimana ia juga menjadi penutup risalah sebelumnya. Kitab ini mencakup pensyariatan rabbani paling agung.

Zat yang menurunkannya, menjamin kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi siapa yang mengamalkannya. Kemudian ia juga mengancam siapa saja yang berpaling, akan mendapatkan kehidupan yang sengsara di dunia dan di akhirat.

Kitab ini adalah Kitab satu-satunya yang Allah SWT jamin keselamatannya dari segala bentuk pengurangan dan penambahan, pergantian dan perubahan, serta akan tetap ada (abadi) sampai nanti diangkat kembali kepada-Nya di ujung kehidupan.

#Kewajiban Beriman Kepada al-Quran al-Karim

Dalil Naqli/ al-Quran dan Sunnah (Hadits)


Pertama, Pemberitahuan Allah SWT sendiri mengenai hal itu dalam firman-Nya, “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (Surat al-Furqân: 1)

Dan firman-Nya, “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. " (Surat Yusûf: 3)

Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat." (Surat al-Nisâ’: 105)

Dan firman-Nya, “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Surat al-Mâidah: 15-16)

Dan firman-Nya, “"Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (Surat Taha: 123-124)

Dan firman-Nya, “Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. " (Surat al-Fussilat: 42)

Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. " (Surat al-Hijr: 9)

Kedua, Pemberitahuan Rasulullah Saw, yang wahyu al-Quran diturunkan kepadanya, dalam sabdanya, “Ketahui, saya diberikan al-Kitab dan semisalnya bersamanya.” (Diriwayatkan oleh Abû Daud (5/10) Kitab al-Sunnah, dan Imam Ahmad (4/131)

Dan sabdanya, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya.” (Diriwayatkan oleh Abû Daud (1452), al-Turmudzi (2907), dan Ibn Majah (211), dan ia Shahîh)

Dan sabdanya, “Tidak ada kedengkian kecuali dalam dua hal; seseorang yang diberikan Allah SWT al-Quran, kemudian ia membacanya malam dan siang. Dan seseorang yang diberikan Allah SWT harta, kemudian ia menginfakkannya malam dan siang.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhâri (9/189)

Dan sabdanya, “Tidak seorang Nabi pun dari kalangan para Nabi, kecuali ia diberikan ayat-ayat semisalnya yang manusia beriman karenanya. Tidaklah saya diberikan wahyu yang diwahyukan oleh Allah SWT, kecuali saya berharap agar saya menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya pada Hari Kiamat.” (Diriwayatkan oleh Muslim (1/134) Kitab al-Îmân)

Dan sabdanya, “Jikalau Musa atau Isa masih hidup, maka tidak boleh bagi mereka kecuali mengikutiku.” (Diriwayatkan oleh Abû Ya’la dengan lafal lainnya)

Ketiga, Milyaran umat Islam mempercayai bahwa al-Quran adalah Kitabullah dan wahyu-Nya yang diwahyukan kepada Rasul-Nya. Mereka benar-benar meyakininya, kemudian membacanya, menghafal sebagian besarnya, kemudian mengamalkan syariat dan hukum yang terkandung di dalamnya.

Dalil Aqli/ Logika


Pertama, Al-Quran al-Karim mencakup berbagai ilmu yang beraneka ragam. Padahal, sosok yang diturunkan al-Quran adalah sosok yang Umi; tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis sama sekali, belum pernah sekalipun masuk ke Kuttab atau Madrasah:
  1. Ilmu Alam
  2. Ilmu Sejarah
  3. Ilmu Pensyariatan dan Qanun
  4. Ilmu Perang dan Politik
Cakupannya terhadap ilmu-ilmu ini adalah bukti kuat bahwa ia adalah Kalamullah dan wahyu-Nya. Akal memustahilkan jikalau ilmu-ilmu ini berasal dari seseorang umi; tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis sedikitpun.

Kedua, Allah SWT; Zat yang menurunkannya, menantang manusia dan Jin untuk membuat semisalnya, sebagaimana firman-Nya, “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (Surat al-Isrâ’: 88)

Sebagaimana Dia menantang para Fushaha’ Arab  dan para Ahli Balaghah untuk membuat sepuluh ayat saja semisalnya, bahkan satu satu surat saja. Namun, mereka tidak mampu. Ini merupakan bukti paling besar dan paling kuat bahwa ia adalah Kalamullah, tidak ada ucapan manusia sedikit pun.

Ketiga, Cakupannya terhadap kabar-kabar ghaib, beberapa di antaranya sudah terbukti sesuai dengan yang dikabarkan, tanpa penambahan dan tanpa pengurangan. Di antaranya, kabar bahwa Rum (Romawi) akan mengalahkan Persia dalam beberapa tahun. Ketika itu, mereka kalah oleh Persia dan hancur.

Beberapa tahun setelahnya, Rum mampu mengalahkan Persia. Allah SWT berfirman, “Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman." (Surat Rûm: 1-4)

Keempat, Jikalau Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab lainnya kepada selain Muhammad Saw, seperti Taurat kepada Musa alahissalam, Injil kepada Isa alaihissalam, maka apakah bisa dipungkiri jikalau al-Quran diturunkan Allah SWT sebagaimana kitab-kitab sebelumnya? Apakah akal memustahilkan penurunan al-Quran atau tidak membenarkannya? Tidak, bahkan akal mewajibkan turunnya al-Quran dan melazimkannya.

Kelima, Jikalau kabar-kabar yang termaktub di dalamnya diteliti, maka akan didapati semua kabar tersebut sesuai dengan kenyataannya.  Sebagaimana jikalau kisah-kisah yang termaktub di dalamnya diteliti, maka akan didapati sesuai dengan kisah yang dikisahkan dan diberitahukan. Persis.

Sebagaimana halnya jikalau hukum-hukumnya, syariat-syariatnya, dan undang-undangnya dipraktekkan, maka akan terwujudlah semua tujuannya, yaitu rasa aman, kemuliaan, dan keagungan, ilmu dan pengetahuan. Hal itu sudah dibuktikan oleh sejarah daulah Khulafa’ Rasyidin –semoga Allah SWT meridhai mereka semuanya.

Setelah semua ini, dalil apa lagi yang akan dicari untuk menunjukkan bahwa al-Quran adalah Kalamullah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada makhluk terbaiknya, penutup para Nabi dan Rasul?[]

No comments

Powered by Blogger.