Kewajiban Beriman Kepada Hari Kiamat (Akhir)

Kajian Kitab Minhaj al-Muslim, karya Syeikh Abu Bakar al-Jazairy
***

Seorang muslim wajib mempercayai bahwa kehidupan dunia akan ada berujung,  akan ada hari terakhir; tidak ada lagi hari setelahnya. Kemudian setelahnya, muncullah kehidupan kedua.

Kehidupan kedua tersebut adalah Akhirat. Allah SWT akan membangkitkan semua makhluk, mengumpulkan mereka semuanya di hadapan-Nya. Orang-orang yang baik akan dibalas dengan al-Na’îm (surga), dan orang-orang yang jahat akan dibalas dengan azab yang hina di Neraka.

Hari Akhir akan didahului sejumlah tanda, seperti keluarnya al-Masîh al-Dajjal,  Ya’jûj dan Ma’jûj, turunnya Isa alaihissalam, keluarnya binatang melata, terbitnya matahari dari sebelah barat, dan berbagai tanda lainnya.

Kemudian ditiuplah sangkakala kehancuran dan kematian, kemudian tiupan kebangkitan, pengumpulan, dan berdiri di hadapan Rabb sekalian alam. Kemudian diberikan kitab. Ada yang mengambil kitabnya dengan tangan kanannya, ada yang mengambil kitabnya dengan tangan kirinya, diletakkan di Mîzân, dilakukan al-Hisâb, ditegakkan al-Shirât, berakhir berujung dengan pemberhentian paling besar; ditempatkan di surga bagi Ahli Surga, kemudian di Neraka bagi Ahli Neraka.

#Kewajiban Beriman Kepada Hari Kiamat (Akhir)

Dalil Naqli/ al-Quran dan Sunnah (Hadits)


Pertama, Pemberitahuan Allah SWT tentang hari tersebut dalam firman-Nya, “Semua yang ada di bumi itu akan binasa.  Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Surat al-Rahmân: 26-27)

Dan firman-Nya, “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. “ (Surat al-Anbiyâ’: 34-35)

Dan firman-Nya, “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: "Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Surat al-Taghâbun: 7)

Dan firman-Nya, “Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?" (Surat al-Muthaffifin: 4-6)

Dan firman-Nya, “serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.” (Surat al-Syûra: 7)

Dan firman-Nya, “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. "(Surat al-Zalzalah: 1-8)

Dan firman-Nya, “Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." (Surat al-An’âm: 158)

Dan firman-Nya, “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. " (Surat al-Naml: 82)

Dan firman-Nya, “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.  Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir." (Surat al-Anbiyâ’: 96-97)

Dan firman-Nya, “Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail . Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu." (Surat al-Zukhruf: 57-61)

Dan firman-Nya, “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).  Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. " (Surat al-Zumar: 68-70)

Dan firman-Nya, “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (Surat al-Anbiyâ’: 47)

Dan firman-Nya, “Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)". Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu". Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku". (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.  Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.  Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. " (Surat al-Hâqqaj: 13-34)

Dan firman-Nya, “Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.  Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.  Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.  Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. " (Surat Maryam: 68-72)

Kedua, Pemberitan Rasulullah Saw dalam sabdanya, “Tidak akan terjadi Hari Kiamat sampai seseorang melewati kuburan lainnya, kemudian berkata, ‘Alangkah baiknya jikalau saya berada di posisinya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhâri (9/73) dan Muslim (4/2231) Kitab al-Matan)

Dan sabdanya, “Kiamat tidak akan terjadi sampai ada sepuluh tanda-tanda; gerhana di Timur, gerhana di Barat, gerhana di Jazirah Arab, asap, Dajjal, Dâbbah al-Ardh, Ya’jûj dan Ma’jûj, terbitnya matahari dari Barat, api keluar dari wilayah ‘Adn yang membuat orang-orang meninggal, dan turunnya Isa bin Maryam.” (Diriwayatkan oleh Muslim (4/2236) Kitab al-Fitan wa Asyrât al-Sâ’ah)

Dan sabdanya, “Dajjal akan keluar di tengah umatku selama empat puluh (hari/bulan/tahun), kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam seakan-akan ia adalah Urwah bin Mas’ud, kemudian ia mencarinya dan menghancurkannya. Kemudian selama tujuh tahun, tidak ada permusuhan di antara dua orang. Kemudian Allah SWT mengirimkan angin dingin dari Syam, sehingga tidak ada seorang pun di muka bumi yang di dalam hatinya masih ada sebesar biji zarrah kebaikan atau iman, kecuali ia akan mencabut nyawanya. Bahkan, walaupun salah seorang di antara kalian masuk ke jantung gua, angin itu akan memasukinya sampai ia mencabut nyawanya. Sehingga, tersisalah seburuk-buruk manusia layaknya ringannya burung (mudah melakukan kejahatan) dan impian bintang buas (suka berkhusumat dengan sesama), tidak mengenal yang makruf dan tidak mencegah kemungkaran. Kemudian setan yang berwujud manusia mendatangi mereka dan mengatakan, “Kenapa kalian tidak menyambut seruanku?” Mereka menjawab, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Kemudian ia memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Padahal ketika itu rezeki mereka berlimpah dan kehidupan mereka baik Kemudian ditiuplah sangkakala. Tidak ada seorang pun yang mendengarnya kecuali ia memiringkan lehernya dan mengangkatnya. Orang yang pertama mendengarnya adalah seseorang yang sedang memperbaiki kolam untanya.” Beliau melanjutkan, “Semuanya meninggal. Kemudian Allah SWT turunkan hujan rintik-rintik yang menumbuhkan jasad-jasad manusia. Kemudian ditiup lagi, kemudian mereka semuanya berdiri menunggu (keputusan). Kemudian dikatakan, ‘Wahai sekalian manusia, marilah menuju Rabb kalian, (yang berfirman), ‘Hentikan mereka. Mereka akan ditanya’. Kemudian dikatakan, ‘Keluarkanlah api.” Dikatakan, “Dari berapa?” Dikatakan, “Dari seribu dikeluarkan sembilan ratus sembilan puluh sembilan.’ Itulah hari yang menyebabkan anak-anak menjadi beruban, dan itulah hari betis disingkapkan.” (Diriwayatkan oleh Muslim (4/2258) Kitab al-Fitan wa Asyrât al-Sâ’ah)

Dan sabdanya, “Tidak akan terjadi Kiamat kecuali bagi seburuk-buruk manusia.” (Diriwayatkan oleh Muslim (4/2268) Kitab al-Fitan wa Asyrât al-Sâ’ah)

Dan sabdanya, “Di antara dua tiupan ada empat puluh (hari/bulan/tahun). Kemudian Allah SWT menurunkan hujan dari langit, sehingga mereka tumbuh sebagaimana tumbuhan tumbuh. Tidak ada sesuatu pun pada diri manusia kecuali akan hancur, kecuali satu tulang, yaitu tulang belakang, itulah yang akan dikendarai sekalian makhluk pada hari kiamat.”  (Diriwayatkan oleh Muslim (4/2270) Kitab al-Fitan wa Asyrât al-Sâ’ah)

Dan sabdanya ketika sedang berkhutbah, “Wahai sekalian manusia, kalian akan dikumpulkan kepada Rabb kalian dalam kondisi telanjang kaki dan telanjang badan. Ketahui, makhluk yang pertama kali dikenakan pakaian adalah Ibrahim alaihissalam. Ketahuilah, akan didatangkan sejumlah orang dari umatku, kemudian ditempatkan di bagian kiri. Saya berkata, ‘Ya Rabb, mereka itu para sahabatku.’ Dia berkata, ‘Engkau tidak tahu apa yang mereka lakukan setelah kematianmu.” (Diriwayatkan oleh Ahmad (1/253)

Dan sabdanya, “Tidak akan tergelincir kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sampai ditanya mengenai 4 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, ilmunya untuk apa diamalkannya, hartanya darimana didapatkannya dan untuk apa dibelanjakannya, dan tubuhnya untuk apa digunakannya.” (Diriwayatkan oleh al-Turmudzi (4/529) dan berkata, “Ini adalah hadits hasan shahih.”)

Dan sabdanya, “Kolamku ( di surga) panjangnya sepanjang perjalanan sebulan, airnya putih dari susu, baunya lebih harum dari Misk, cahayanya seperti bintang-bintang di langit. Siapa yang meminumnya, tidak akan dahaga selama-lamanya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhâri (8/149), Muslim (4/1793) Kitab al-Fadhâil, kemudian terdapat juga dalam Ibn Mâjah (4302) dan al-Turmudzi (4/544)

Dan sabdanya kepada Aisyah radhiyallahu anha. Ketika taktala teringat Neraka, ia menangis. Nabi bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Ia menjawab, “Saya teringat Neraka, saya menangis. Apakah kalian akan ingat keluarga kalian pada Hari Kiamat?” Beliau menjawab, “Ia akan lupa segalanya dalam tiga tempat; seseorang tidak akan ingat lagi dengan yang lainnya ketika berada di Mizan, sampai ia tahu apakah timbangannya ringan atau berat. Ketika suhuf-suhuf beterbangan sampai ia tahu dimana kitabnya bertempat di kanannya atau kirinya atau di belakang punggungnya? Ketika di Shirat (jembatan) jikalau di letakkan di antara dua sisi Jahannam sampai ia melewatinya.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud (5/116) Kitab al-Sunnah dengan pansanadan yang Hasan)

Dan sabdanya, “Setiap Nabi itu ada doanya yang didoakannya untuk umatnya. Dan saya menyimpan doa saya untuk syafaat bagi umatku.”

Dan sabdanya, “Saya adalah penghulu anak Adam, dan tidak sombong. Saya adalah yang pertama akan dibukakan baginya bumi pada Hari Kiamat, dan tidak sombong. Saya adalah yang pertama memberikan syafaat dan mendapatkan syafaat, dan tidak sombong. Dan liwa’ pujian akan berada di tanganku pada hari kiamat, dan tidak sombong.” (Shahih Muslim, Kitab al-Fadhâil (3)

Dan sabdanya, “Siapa yang meminta surga tiga kali, maka surga akan berkata, ‘Ya Allah, masukkanlah ia ke dalam surga.’ Siapa yang meminta diselamatkan dari Neraka tiga kali, maka neraka berkata, ‘Ya Allah, jauhilah ia dari Neraka.” (Diriwayatkan oleh al-Turmudzi (5/603) dan Ibn Majah (hadits ke-4340)

Dalil Aqli/ Logika


Pertama, Kemampuan Allah SWT menghidupkan lagi semua makhluk-Nya setelah kehancuran mereka. Sebab, mengembalikan merekam tidaklah sulit bagi-Nya dari menciptakan mereka tanpa ada contoh sebelumnya.

Kedua, Tidak ada yang bisa dinafikan oleh akal terkait Hari al-Ba'ts (Pembangkitan Kembali) dan hari pembalasan amal. Sebab, akal hanya akan menafikan sesuatu yang mustahil, seperti menyatukan dua hal yang kontradiktif. Dibangkitkan kembali dan dibalasnya atas segala amal perbuatan bukanlah dua hal yang kontradiktif.

Ketiga, Kebijaksaan Allah SWT tampak nyata dalam segala tindakan-Nya terhadap makhluk-Nya, tampak jelas dalam setiap fenomena, dan tampak jelas dalam setiap sisi kehidupan. Semua itu mustahil jikalau tidak ada kebangkitan makhluk setelah kematian mereka dan setelah selesainya masa kehidupan mereka yang pertama, kemudian juga memustahilkan jikalau sampai tidak ada balasan atas amalan yang selama ini mereka kerjakan, baik kebaikan maupun keburukan.

Keempat, Adanya kehidupan dunia dengan segala kandungannya, berupa kenikmatan dan kesengsaraan, merupakan bukti adanya kehidupan lain di alam lain berisi keadilan, kebaikan, dan kesempurnaan, kebahagiaan dan kesengsaraan, yang jauh lebih besar. Kehidupan dunia dengan segala kebahagiaan dan kesengsaraannya, sama sekali tidak menggambarkan kehidupan yang akan ada nantinya, kecuali layaknya gambar istana besar atau taman mewah dalam sebuah kertas kecil. []

No comments

Powered by Blogger.