Manusia yang Diberkahi

Berkah, berarti bertambahnya kebaikan (Ziyadah al-Khair). Bisa jadi lahiriah sesuatu yang diberkahi itu yang bertambah, dan bisa jadi maknawiahnya, atau bisa juga kedua-keduanya. Harta yang diberkahi, misalnya, bisa jadi harta sedikit namun tidak habis-habis; cukup untuk membiayai banyak hal, atau bisa jadi harta yang sedikit tersebut "menarik" harta lainnya sehingga jumlahnya bertambah.

Sekadar contoh!

Berkah adalah inti kehidupan; berkah usia; berkah harta; berkah ilmu. Makanya, jikalau ada yang menikah, doanya adalah doa keberkahan; agar diberkahi dalam kebaikan dan keburukan. Jikalau ada anak yang baru lahir, doanya adalah doa keberkahan; Barakallahu fi al-Mawuhub Laka..
Dan masih banyak contoh lainnya.

Namun, ada satu hal yang menarik mengenai Manusia yang Diberkahi. Ucapan Ibn al-Qayyim dalam Risalah Ibn a-Qayyim Ila Ahad Ikhwanihi: 5, "Keberkahan seseorang adalah ketika ia mengajarkan kebaikan dimana pun berada, menasehati siapa pun yang membersamainya. Allah SWT berfirman mengenai Isa al-Masih alaihissalam, "Dan Dia menjadikanku diberkahi dimana pun aku berada..."
Maksudnya adalah mengajarkan kebaikan, menyeru manusia ke jalan Allah SWT, mengingatkan mereka, dan mendorong mereka untuk menaati-Nya."

Prinsip utama seorang Muslim adalah menebarkan kebaikan dimana pun berada. Dicampakkan ke Mars pun, ia akan menebar kebaikan disana. Jangan kan di Dunia Nyata, Dunia Maya pun perlu diwarnai kebaikan. Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.***

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.