Tipuan Gelar

"Bagaimana Anda bisa mendapatkan ilmu ini?" Orang-Orang bertanya kepada Atha bin Abi Rabah, dikenal juga Atha bin Abi Rabah Aslam bin Shafwan; seorang tokoh ulama ahli fiqih, ahli tafsir dan perawi hadits dari golongan tabiin, bertempat tinggal di Mekkah; keturunan Habasyah yang lahir di Al-Janad, sebuah kota di Yaman.

"Dengan Menginap di Masjid Haram Selama 30 Tahun,” katanya. Maksudnya, Belajar disana dan tidak pulang ke rumahnya selama 30 tahun.


Jikalau anak cucu Nabi Adam, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad Saw dalam haditsnya, memiliki usia 60-70 tahun, maka setengah usianya digunakan untuk bermulazamah menuntut ilmu di Masjid Haram.

DR. Aidh al-Qarny mengomentari kisah di atas:
"30 Tahun tidak kenal lagi jalan pulang ke rumahnya karena menuntut ilmu. Sedangkan para penuntut ilmu di zaman ini (kecuali yang dirahmati Allah SWT), mereka menuntut ilmu di Universitas selama 4 tahun atau lebih, kemudian lulus dan tidak tahu apapun, kemudian mereka memandang dirinya sebagai Imamnya Dunia, Hafiz di masanya, dan Mujaddid akhir zaman."

Seringkali kita pongah; sombong; angkuh; merasa hebat. Hanya karena titel sudah doktor, kemudian memandang remeh dai-dai kampung yang hanya lulusan tidak berijazah; non formal. Padahal ilmu bukanlah yang termaktub di ijazah, namun apa yang ada di kepala. Ijazah hanyalah tanda kita pernah sekolah, kata Rocky Gerung. ***

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.