Nikah & Haji Wajib

 Haji itu wajibnya hanya sekali seumur hidup. Syaratnya, ada kemampuan (al-Isthitha'ah). Dalilnya adalah Surat Ali Imran ayat 97.

Ada catatan menarik dari Ibn Quddamah al-Maqdisy (Lihatlah Kitab al-Mughny: 5/12), ketika seseorang sudah mencapai tingkatan "mampu" untuk menikah secara materi "Kemudian ia ada hajat (keharusan) untuk menikah; khawatir terjerumus ke dalam perbuatan Fahisy (baca: zina), maka menikah didahulukan. Hukumnya wajib dan tidak bisa diabaikan. Sama dengan nafkah hidupnya. Namun jikalau kondisinya tidak seperti itu, maka didahulukan haji. Sebab, Nikah itu sunnah, tidak didahulukan dari haji wajib."

Menyelami makna pendapat di atas lebih dalam lagi, seorang pemuda berkewajiban mempersiapkan perjalanan hajinya sebelum mempersiapkan pernikahannya. Kecuali jikalau ia khawatir terjerumus ke dalam perzinaan. Ketika itu, hukumnya akan berbalik; biaya haji yang sudah disiapkan bisa dialihkan untuk pernikahan.

Itu pandangan Ibn Quddamah. Salah satu sudut pandang Ulama. Sudut pandang lain tentu ada.***

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.