Perkara Halal dan Haram

Perkara halal adalah perkara yang diizinkan oleh Syariat untuk melakukannya. Dan perkara haram adalah perkara yang dilarang." Begitu kata al-Imam al-Qadhi Abu Bakar bin al-Araby (Lihat 'Aridhah al-Ahwazy bi Syarh Shahih al-Turmudzi (Jilid 3, Juz-5/199)

"Allah SWT, dengan keindahan hikmah-Nya, ketika menciptakan semua yang ada di muka bumi bagi kita semua. membaginya beberapa bagian:

Pertama, Bagian yang dibolehkannya secara mutlak.

Kedua, Bagian yang dibolehkannya dalam satu kondisi, tidak kondisi lainnya.

Ketiga, Bagian yang dibolehkannya dalam satu bentuk, tidak bentuk lainnya.

Tidak ada satu perkara terlarang pun di muka bumi yang tidak dimasuki kebolehan (al-Ibahah) dalam kondisi tertentu, dan dalam bentuk tertentu. Segala sesuatu tersentuh hukum halal dan haram, kecuali Tauhid. Ia tidak mengalami perpindahan hukum, tidak turun dari derajat Fardhu dan posisi wajib dalam kondisi apapun."***

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.