Relawan Sosial (Valounteer) Menurut Islam

Kerja Sosial dan Menjadi Relawan Sosial (Sukarelawan) atau Valounteer merupakan istilah yang banyak kita dengar pada hari ini di tengah khalayak, apalagi ditambah dengan banyaknya krisis dan ujian yang menimpa anak manusia, berupa perang dan bencana. Umat Islam secara khusus, dan Umat Manusia secara umum, dimana pun berada, berlomba-lomba melakukannya. Banyak lembaga dan yayasan yang berpacu menjalankannya. Dan selayaknya, kita sebagai umat Islam, menjadi terdepan. Dalam catatan ini, kita akan membahas apa itu Kerja Sosial atau al-‘Amal al-Tathawwu’I, apa fadhilah dan keutamaannya, apa saja jenis-jenis pekerja social atau relawan social, apa saja efek-efeknya. Semua point-point penting yang akan kita bahas, seringkali juga menjadi banyak pertanyaan di antara kita.

Apa itu Kerja Sosial?


Ketika seseorang memutuskan menjadi relawan kerja social atau amal kebajikan, artinya ia memberikan semua yang dimilikinya. Tidak ada kewajiban yang mengharuskannya melakukan hal tersebut. Tidak ada fardhunya.
Jadi, kerja social itu adalah memberikan bantuan atau kemanfaatan kepada orang lain, baik pribadi maupun kelompok, dengan sesuatu yang mereka butuhkan, tanpa berharap balasan materi atau non materi.

Fadhīlah atau Keutamaan Kerja Sosial dan Amal Kebajikan


Ada banyak fadhilah atau keutamaan yang bisa didapatkan seorang Muslim dari kerja social atau amal kebajikan, ketika ia memutuskan menjadi relawan. Banyak dalilnya dari al-Qurān dan sunnah.
Allah SWT berfirman:

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah." (Surat al-Anbiya: 73)

Dalam ayat lainnya dijelaskan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩
Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan." (Surat al-Hajj: 77)

Dalam ayat lainnya dijelaskan:

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Surat al-Baqarah: 148)

Dalam ayat lainnya:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu." (Surat al-Maidah: 48)

Rasulullah Saw bersabda:

كل سلامي من الناس عليه صدقة كل يوم تطلع فيه الشمس تعدل بين أثنين صدقة ، تعين الرجل على دابته فتحمله عليها أو ترفع عليها متاعه صدقة ، والكلمة الطيبة صدقة وبكل خطوة تمشيها الى الصلاه صدقة ، وتميط الاذى عن الطريق صدقة
“Setiap sendi anak manusia ada sedekahnya setiap hari di setiap kali terbitnya matahari. Engkau berbuat adil di antara dua orang adalah sedekah. Engkau membantu kenderaan seseorang, dengan engkau menaikkannya ke atasnya atau mengangkat barangnya, ia adalah sedekah.  Kata-kata yang baik adalah sedekah. Setiap langah yang engkau langkahkan untuk mengerjakan shalat adalah sedekah. Engkau membuang duri di jalan adalah sedekah.” (Muttafaq alaihi)

Dalam hadits lainnya:

الإيمان بضع وسبعون أو بضع وستون شعبة فأفضلها قول لا اله الا الله وأدناها أماطة الأذى عن الطريق والحياء شعبة من الإيمان
“Keimanan itu ada sekitar tujuh puluh lima atau enam puluh lima cabang. Paling afdhalnya adalah ucapan “Tidak ada Tuhan melainkan Allah”, dan minimalnya adalah membuang duri di jalan. Dan rasa malu adalah bagian dari keimanan.” (Muttafaq alaihi)

Dalam hadits lainnya:

لقد رأيت رجلأً يتقلب في الجنة في شجرة قطعها من ظهر الطريق كانت تؤذي المسلمين
“Saya melihat seseorang yang berjalan kesana dan kemari di surge karena sebuah pohon yang di potongnya di badan jalan, menghalangi jalan kaum muslimin.” (HR Muslim)

Dalam hadits lainnya:

الساعي على الأرملة والمسكين كالمجاهد في سبيل الله أو القائم الليل الصائم النهار
“Orang yang berusaha untuk janda dan orang miskin seperti Mujahid di jalan Allah SWT atau orang yang melakukan Qiyamullail dan berpuasa di siang hari.” (Muttafaq alaihi)

Dalam hadits lainnya:

المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يسلمه ،من كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته ، ومن فرج عن مسلم كربه من كرب الدنيا فرج الله عنه كربه من كرب يوم القيامة ومن ستر مسلما سترة الله يوم القيامة
“Seorang muslim, saudara muslim lainnya. Tidak menzhaliminya, dan tidak pula mengabaikannya. Orang yang menunaikan hajat saudaranya, maka Allah SWT ada dalam hajatnya. Siapa yang melapangkan musibah dunia dari muslim lainnya, maka Allah SWT akan melapangkan juga musibahnya pada hari kiamat. Siapa yang menutupi aib Muslim lainnya, maka Allah SWT akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (Muttafaq alaihi)

Dalam hadits lainnya dijelaskan:

من مشى في حاجة أخيه كان خيراً له من اعتكاف عشر سنوات
“Siapa yang berjalan untuk menunaikan hajat saudaranya, maka itu lebih baik baginya dari itikaf selama sepuluh tahun.” (Diriwayatkan oleh al-Thabrāni dalam al-Kabīr, dan al-Hākim)

Dalam hadits lainnya:

مثل المومنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد اذا إشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى
“Pemisalan orang-orang beriman dalam kasih sayang mereka dan kelemah-lembutan mereka seperti satu tubuh yang jikalau merasa sakit salah satunya, maka akan menyebabkan seluruh tubuh begadang dan demam.” (HR Ahmad dan Muslim)


Bidang-Bidang Kerja Sosial


Kerja social mencakup banyak bidang yang bisa memberikan manfaat dan faedah kepada orang lain. Kita akan melihat beberapa di antaranya:

Pertama, Bidang Ibadah

Dalam ibadahnya, seorang Muslim tidak mencukupkan diri dengan ibadah wajib saja, tetapi menambahkannya dengan hal-hal sunnah, baik shalat sunnah maupun amalan-amalan kebajikan lainnya. Ruang ini sangat luas sekali untuk dijadikan ruang berpacu, dengan berbagai jenisnya, mulai dari shalat, puasa, sedekah, haji, dan lain sebagainya.

Kedua, Bidang Ilmiah

Untuk bidang ini, banyak hal juga yang bisa dilakukan, seperti membuat perpustakaan, sekolah, kampus, dan berbagai lembaga ilmiah lainnya. Tujuannya bukanlah keuntungan materi, namun pelayanan.

Ketiga, Bidang Finansial

Bidang ini berkaitan erat dengan pembiayaan. Kita sebagai donatur atau relawan memberikan sejumlah uang dengan penuh kerelaan dan keikhlasan, tanpa mengharapkan apapun, demi kebaikan dan kemaslahatan khalayak ramai. Untuk bidang ini, banyak yang bisa dilakukan. Banyak sekali.

Keempat, Bidang Profesi

Untuk bidang ini, kita berkontribusi dalam kerja social dengan keahlian yang kita miliki. Selama bermanfaat dan berfaedah, tidak ada masalah.

Kelima, Bidang Administrasi

Bidang ini masuk ke dalam system apapun. Masalah administrasi adalah masalah profesionalitas dan keahlian. Seorang Manajer sukses dalam karirnya, jikalau ia mau berkontribusi dalam bidang social, akan sangat bermanfaat sekali dan akan mampu memberikan banyak hal.

Keenam, Bidang Pemikiran

Untuk bidang ini, kita bisa dengan memberikan ide-ide brilian, nasehat-nasehat baik, masukan-masukan bernas, dan rancangan-rancangan excellent.

Pembagian dan Aneka Ragam Para Relawan Kerja Sosial


Kita bisa mengkasifikasi para relawan social menjadi beberapa jenis. 

  • Pertama, Relawan yang Berkontribusi dengan Hartanya; sedekah, infak, pinjaman, investasi, dan menjadi sponsor.
  • Kedua, Relawan yang Berkontribusi dengan Badannya; keahlian dan kemampuan yang dimilikinya. 
  • Ketiga, Relawan yang Berkontribusi dengan Jabatannya; rekomendasi, koneksi, dan sebagainya. 
  • Keempat, Relawan yang Berkontribusi dengan Waktunya; setiap hari atau beberapa jam dalam sehari atau beberapa jam dalam seminggu, ketika musim tertentu, ketika diminta dan ketika ada waktu lowong. 
  • Kelima, Relawan yang Berkontribusi dengan Ide dan Pikirannya; mengajukan ide yang benar, pertanyaan, kajian dan penelitian, perencanaan, kritikan, dan sebagainya.


Hasil dan Efek dari Kerja Sosial


Ada beberapa hasil dan efek yang akan dirasakan dari kerja social.

  • Pertama, Mendapatkan pahala dan balasan dari Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.
  • Kedua, Mengurai masalah dan kerawutan yang terjadi, khususnya ketika terjadi krisis dan bencana. 
  • Ketiga, Saling menguatkan dan saling mencintai sesama anak manusia, melebur teori permusuhan atau pesimisme terhadap orang lain dan terhadap kehidupan. 
  • Keempat, Saling bantu-membantu dan saling selidaritas di antara anggota masyarakat. 
  • Kelima, Meningkatkan kemampuan anak manusia untuk  saling berhubungan dan saling berkomunikasi dengan pihak lainnya, membatasi pertikaian, dan menumbuhkan jiwa social. 
  • Keenam, Mendidik kepribadian, menghilangkan logika kekikiran, mengubahnya menjadi logika kedermawanan, merupakan implementasi firman Allah SWT bahwa orang yang terjaga dari kekikiran dirinya, maka  ia lah orang yang beruntung. 
  • Ketujuh, Kerja Sosial akan memberikan seseorang kesempatan untuk mempelajari berbagai keahlian baru atau lebih mempertajam keahlian yang sudah dimilikinya.

Sebagai penutup, kami mengajak seluruh anak manusia, khususnya kaum muslimin, untuk bisa berkontribusi dan mempersembahkan kebaikan dan kemanfaatan kepada orang lain, khususnya orang-orang yang membutuhkan.
Kita memohon kebaikan kepada Allah SWT untuk semua amalan kita.***

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.