Hukum Membeli Hewan Berkurban Berdasarkan Deskripsi Penjualan & Diwakilkan Penyembelihannya

Anda sekarang berada di Luar Negeri, kemudian Anda ingin berkurban di Indonesia; atau saat ini Anda berada di salah satu Negeri di Indonesia (perantauan), kemudian Anda ingin berkurban di kampung halaman Anda. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Anda membeli kurban dari dari seseorang atau sebuah lembaga atau sebuah perusahaan berdasarkan deskripsi hewan yang akan dikurbankan, kemudian menyerahkan (mempasrahkan) penyembelihannya dan pembagiannya kepada pihak terkait. 

Atau bisa juga Anda penyedia layanan atau Anda punya usaha melayani jual beli hewan kurban dari siapa pun, baik berasal dari dalam wilayah Anda berada maupun dari orang-orang yang berada di negeri yang jauh; Anda menjual atau menawarkan hewan kurban kepada mereka hanya berdasarkan deskripsi atau gambaran semata atau dikirimkan photonya atau videonya; shahibul qurban sama sekali tidak memegang atau menyaksikannya lansung. Termasuk dagingnya; Anda hanya mengirimkannya kepada mereka. Bagaimana hukumnya dalam Islam? 

***

Menjual hewan kurban berdasarkan deskripsi yang jelas, hukumnya boleh-boleh saja dalam tinjauan hokum Islam. Imam Syihab al-Din al-Ramly al-Syafii menjelaskan: 

لو قال اشتريت منك ثوباً صفته كذا بهذه الدراهم، فقال: بعتك، انعقد بيعاً لأنه بيع موصوف في الذمة

“Jikalau ia mengatakan: ‘Saya membeli baju darimu dengan deskripsi begini dan begini, seharga sekian dirham’, maka jual beli sudah terjadi. Sebab itu merupakan bentuk perdagangan deskriptif dalam jaminan (al-Ba’i al-Maushuf bi al-Dzimmah).” (Lihat Kiitab Hasyiyah al-Ramly ‘ala Asna al-Mathalib: 2/ 18)

Serupa dengan jual beli al-Salam jikalau menggunakan lafadz Salam. Jikalau tidak dengan lafadz tersebut, ia masuk dalam kategori jual beli. 

Dalam kitab Tuhfat al-Thullab wa Hasyiyah al-Syarqawi (2/ 16); kitab Mazhab Syafii dijelaskan: 

والعين التي في الذّمة يصحّ بيعها بذكرها مع جنسها وصفتها، مع بقية الصفات التي تذكر في السلم، وعدّ هذا بيعاً لا سلماً، اعتباراً بلفظه، فإن نظر للمعنى وهو كون المبيع في الذمة كان سلماً، ولكن المعتمد هو الأول، وهو أنه بيع

“Barang dalam jaminan, boleh dijual dengan menyebutkan barangnya beserta jenisnya dan deskripsinya, kemudian disertai juga dengan deskripsi-deskripsi yang disebutkan dalam akad Salam. Ini dianggap jual beli, bukan Salam berdasarkan lafadznya. Jikalau dilihat berdasarkan esensinya; menyebutkan barang yang berada dalam tanggungan, maka ia adalah salam. Namun yang paling tepat adalah jenis yang pertama, yaitu jual beli.”

Kemudian masalah mewakilkan penyembelihan hewan kepada pihak yang membelikan, maka pada dasarnya hukumnya boleh-boleh saja. Sebab posisi wakil sama dengan posisi orang yang mewakilkan dalam mewujudkan tujuan, yaitu penyembelihan. 

***

Penting diperhatikan: Wajib ditentukan hewan yang akan dikurban agar setiap Shahibul Qurban bisa menerima bagian kurbannya sendiri; Lembaga dan perusahaan atau jasa layanan wajib memperhatikan hal ini agar tidak bercampur antara hewan kurban dengan shahibul Qurban yang tidak jelas; Lembaga atau Perusahaan atau Jasa Layanan yang menerima pewakilan dalam kurban atau pembelian hewan kurban untuk amanah, menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Sebab, ini adalah amal kebajikan.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.