Hukum Menakut-nakuti Orang Lain dengan Niat Bercanda (Prank)

Di masa sekarang ini, banyak yang bercita-cita menjadi Youtuber. Orientasinya untuk mendapatkan uang yang banyak melalui Google Adsense. Untuk mendapatkan view yang banyak, klik iklan yang meluber, dibutuhkan konten yang menarik. Berbagai macam hal diperbuat untuk membuat video yang menarik. Salah satunya dengan membuat Video Prank menakutkan. Niatnya sih cuman canda, namun membuat takut orang yang dilibatkan dalam video; atau kadangkala membuat takut orang yang melihatnya karena saking seremnya. 

Kalau video seperti itu diperlihatkan kepada wanita hamil, bisa keguguran. Atau jikalau diperlihatkan kepada orang yang sudah tua, bisa jantungan atau strok ketika melihatnya. Kita berlindung kepada Allah SWT dari hal-hal yang tidak diinginkan

***

Selayaknya bagi seorang Muslim jikalau ingin menyebarkan materi apapun di Media Sosial, hendaklah hanya menyebarkan sesuatu yang memiliki kebaikan, manfaat, dan faedah bagi masyarakat. Ini sesuai dengan firman Allah SWT: 

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (Surat al-Maidah: 2)

Seorang Muslim seharusnya tidak menyebarkan segala hal yang berbau penghinaan atau menakut-nakuti atau meneror. Salah satu hak seorang Muslim kepada Muslim lainnya adalah tidak membuatnya bersedih atau membuatnya ketakutan atau membuatnya gelisah. Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya, para sahabat Nabi Muhammad Saw suatu hari melakukan perjalanan bersama Nabi Muhamad Saw. Salah seorang di antara mereka ada yang tertidur. Kemudian ada seorang sahabat yang mengambil tali yang dibawanya dan mengikatnya, sehingga ia ketakutan. Nabi Saw bersabda: 

لا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

“Tidak halal bagi seorang Muslim untuk menakut-nakuti saudaranya.” 

Berkata al-Munawi rahimahullah dalam kitabnya Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ al-Saghir: 

لا يحلُّ لمسلمٍ أنْ يُروّعَ بالتشديد أي: يُفزع مُسلِماً وإنْ كان هازلاً، كإشارته بسيف أو حديدة أو أفعى أو أخذ متاعه فيفزع لفقده؛ لما فيه من إدخال الأذى والضرر عليه، والمسلمُ من سلِم المسلمون من لسانه ويده

“Tidak halal bagi seorang Muslim untuk menakut-nakuti Muslim lainnya, walaupun bercanda, seperti mengarahkan kepadanya pedang atau besi atau ular atau mengambil barangnya sehingga ia ketakutan karena kehilangannya. Sebab hal itu menyakiti dan membahayakannya. Kaum Muslimin adalah orang yang selamat kaum Muslimin lainya dari lisannya dan tangannya.” 

Menyebabkan ketakutan orang lain bisa jadi menyebabkan adanya al-Dhamin (jaminan atau ganti rugi) dalam beberapa kondisi, seperti orang yang sengaja menakut-nakuti anak yang belum Tamyiz atau anak yang sudah baligh namun tidak menyadari candaan tersebut sehingga ia meninggal. Maka, perbuatan seperti itu diantara pembuhan Syibh al-Qatl (semi pembunuhan). Pelakunya harus membayat Diyat Mughallazhah (berat). Ia juga harus membatar Diyat jikalau sampai menyebabkan hilangnya kemanfaatan salah satu anggota tubuh dari orang yang ditakut-takutinya.” 

***

Kesimpulannya, wajib bagi seorang Muslim untuk tidak menyebarkan segala sesuatu yang akan membuat takut orang lain, walaupun tujuannya hanya bercanda. Ini hukumnya terkait orang dewasa. Sedangkan kepada anak-anak, maka lebih diharamkan lagi. Sebab, perbuatan tersebut akan mempengaruhi psikologi mereka.[] 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.