Bahasa Ahli Fikih

Bahasa Ahli Fikih (al-Fuqaha'), kata Prof. DR. Abd al-Jawwad Hammam, bagi yang terbiasa berinteraksi dengan kajian fikih, akan mendapatinya sebagai bahasa tingkat tinggi. 


Bahasanya mengajarkan ketelitian tingkat tinggi dalam menentukan diksi, melatih untuk menghormati Ijtijad dan pandangan berbeda, serta memberikan ruang yang besar untuk hal itu. 


Jarang sekali, Anda akan mendapati ungkapan-ungkapan "memastikan (al-Qath'i)" kecuali hal-hal yang memang dasarnya Qath'i. Dan itu minim. Dibandingkan dengan hal-hal Zhanni dan Ijtihadi yang jumlahnya mayoritas. 


Anda mendapati ungkapan-ungkapan yang mereka gunakan: al-Awla (lebih utama), al-Aqrab (lebih mendekati), al-Arjah (lebih kuat), al-Ashah (lebih shahih), al-Azhhar (lebih zahir), al-Ansab (lebih sesuai)... Semua diksi itu menunjukkan adanya pandangan berbeda. Walaupun lemah dalam pandangan mereka, namun mereka tidak menafikannya, tidak mengingkarinya, dan tidak membuangnya. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.