Syeikh Abdurrahman al-Banna al-Sa'ati & Musnad Imam Ahmad

Syeikh Abdurrahman al-Banna al-Sa'ati; Ayahnya Ustadz Hasan al-Banna, adalah penulis kitab al-Fath al-Rabbani li Tartib Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal al-Syaibani; Salah satu kitab yang memudahkan para pengkaji untuk mengkaji Kitab Musnad al-Imam Ahmad. 


Imam Ahmad menulis Kitabnya al-Musnad, dengan cara yang tidak mudah bagi pengkajinya, tidak dibuat dengan susunan tematis (al-Tartib al-Maudhu'i). Ia menyusunnya berdasarkan Masanid al-Shahabah. 


Misalnya, ketika dijelaskan nama sabahat; Abu Bakar, maka ia akan menyebutkan semua riwayat Abu Bakar tanpa berurutan. Maksudnya, ia menyebutkan sebuah hadits keutamaan Wudhu, kemudian setelahnya disebutkan sebuah hadits tentang Jihad. Jadi, tidak per tema. 

salah satu contohnya: 

روى الإمام أحمد رحمه الله تعالى في مسنده بسنده عن عبد الله بن شداد عن أبيه قال: خرج علينا رسول الله صلى الله عليه واله وصحبه وسلم في أحدى صلاتي العشي الظهر أو العصر وهو حامل حسن أو حسين فتقدم النبي صلى الله عليه واله وصحبه وسلم فوضعه ثم كبر للصلاة فسجد بين ظهري صلاته سجدة أطالها قال (أي الرواي) إني رفعت رأسي فإذا الصبي على ظهر الرسول صلى الله عليه واله وصحبه وسلم فرجعت في سجودي فلما قضى رسول الله صلى الله عليه واله وصحبه وسلم الصلاة قال الناس يا رسول الله انك سجدت بين ظهري الصلاة سجدة أطلتها حتى ظننا أنه قد حدث أمر أو أنه يوحى إليك قال: كل ذلك لم يكن، ولكن ابني ارتحلني فكرهت أن أعجله حتى يقضي حاجته


Hadits ini berada di akhir al-Musnad. Ketika kita ingin mencari hadits ini di dalam al-Musnad, kemudian kita tidak tahu nama perawinya dari kalangan sahabat, maka ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama, Kita baca semua kitab itu. Dan ini melelahkan. Kedua. Kita mengabaikannya saja. Dan ini menyia-nyiakan ilmu. 


Kalaupun kita hafal nama perawinya, maka kitab harus membolak-balik daftar isi kitabnya yang jumlah lumayan. Kalaupun sudah ketemu perawi, maka harus mau membaca Musnad perawi ini dari awal sampai ketemu yang dicari. Bisa jadi ketemunya di akhir halaman. 


Berat memang. 


Maka, kita bisa membayangkan beratnya para pengkaji hadits, para pengkaji ilmu. Semoga Allah SWT membalasi kebaikan-kebaikan bagi para Ulama yang berjuang di jalan ilmu. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.