Kuasa; Fitnah Ulama

Ulama, kalau pun harus merapat ke penguasa, tujuannya untuk mengingatkannya terhadap Allah SWT, agar bersikap adil terhadap rakyatnya, membela Islam dan kaum Muslim. 


Para penguasa juga membutuhkan ulama. 


Namun, jikalau tujuannya untuk "mengabdi" kepada kekuasaan, menghamba untuk memberi "stempel" baik terhadap setiap kebijakan tanpa sikap kritis, tentu tidak elok. 


Di antara bentuk Talbis Iblis kepada para Ahli Fikih, kata Ibn al-Jauzi dalam Kitabnya Talbis Iblis (109), merapatnya mereka kepada para penguasa, meninggalkan Ingkar al-Mungkar padahal mampu melakukannya, memberikan keringanan untuk sesuatu yang tidak ada Rukhshahnya. Tujuannya, untuk mendapatkan tujuan duniawi. 


Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya 3 kerusakan. Pertama, Penguasa itu sendiri. Ia akan berpandangan, jikalau salah salah, tentu Ahli Fikih itu akan mengingkariku. Kedua, Umat. Mereka akan berpandangan, tidak ada masalah dengan penguasa yang "bermasalah" tersebut. Sebab, Ahli Fikih yang bersamanya diam saja. Ketiga, Agama dari Ahli Fikih itu sendiri. 


Ulama, sesuai dengan kata dasarnya adalah al-'Ilm; Tegak di atas Ilmu, bukan kepentingan. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.