Umar Meminta Abdullah Menceraikan Istrinya

Diriwayatkan oleh Abu Daud, dari Abdullah bin Umar bin al-Khattab berkata, "Saya memiliki istri yang saya cintai, namun Umar membencinya dan berkata kepadaku, "Talaklah ia."  Namun saya enggan. Kemudian Umar mendatangi Nabi Saw dan menceritakannya, kemudian beliau berkata kepadaku, "Talaklah ia."


Hadits ini dishahihkan oleh Syeikh Nashiruddin Albani, 4284. 


Berdasarkan riwayat di atas bisa dilihat yang meminta agar Abdullah bin Umar menjatuhkan Talak kepada istrinya adalah Umar bin al-Khattab. 


Kondisi rumahtangga itu tidaklah sama. Ada yang antara orangtua dan menantu, bisa hidup damai layaknya orangtua dengan anak kandungnya. 


Kadang sebaliknya. 


Kalau ada kebencian antara kedua orangtua dengan istri, maka tugas suami melihat masalah itu dengan adil dan berusaha mencari kebenaran. Jikalau kebenaran itu ada di istri, maka anak wajib menjelaskannya kepada kedua orangtuanya bahwa keduanya salah paham dan berusaha untuk memahamkan mereka. 


Namun jikalau kebencian itu berpangkal dari Masalah Agama; agamanya buruk sekali, atau masalah yang tidak mungkin dipertemukan solusinya, maka taat kepada orangtua menjadi keharusan dan ridhanya menjadi kewajiban. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.