Hisab & Syiah

Orang-orang Dinasti Fathimiyyah (Syiah) dikenal sangat erat, keras, dan ekstrim berpegang dengan Hisab Astronomi untuk menentukan awal bulan, bukan dengan Rukyah.


Bahkan, Imam al-Zahaby menghikayatkan dalam Siyar A'lam al-Nubala', mereka pernah membunuh Muhammad bin al-Habali; Qadhi kota Raqqah karena menolak untuk memberikan instruksi kepada umat untuk berhari raya dengan Hisab, bukan dengan Rukyah.


Apakah ini menjadi dalil batilnya Hisab? 


Ya jelas tidak. Itu bukan dalil. Logikanya Fallacy. Bahkan facebook yang kita pakai ini, yang menemukannya bukan Muslim; apa berarti juga terlarang?


Ini sama dengan logikanya Dinasti Mamalik yang tidak mau berperang dengan menggunakan Meriam. 


Ketika Sultan Salim I memasuki Mesir dan melakukan ekspansi kekuasaan dengan memerangi Dinasti al-Mamalik, ia menggunakan Meriam. Tapi, Dinasti al-Mamalik tidak mau menggunakannya karena ia “Bid’ah” yang tidak pernah digunakan oleh para Rasulullah.


Ketika Sultan Mamluk ditangkap untuk digantung setelah berhasil dikalahkan dan ditangkap, ia berucap kepada Sultan Salim I untuk mengingkari apa yang sudah dilakukannya:

"Kalian menggunakan Bid’ah ini (meriam) yang tidak dikenal oleh Rasulullah Saw, tidak juga para sahabatnya dan para salaf. Senjata ini bisa digunakan oleh perempuan untuk mengalahkan laki-laki. Kalau seandainya kami berkeputusan untuk menggunakan Meriam, kalian tidak akan sanggup mengalahkan kami. Tetapi, kami adalah kaum yang tidak mengingkari sunnah Nabi Saw yang berjihad dengan pedang. Bagaimana mungkin kalian memerangi orang-orang bertauhid dengan Bid’ah ini?!”[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.