Rumah Penuh Buku

Suatu hari, lelaki itu meminta istrinya yang sedang hamil tua untuk mengambilkan sebuah buku di perpustakaan pribadinya. 


Tiba-tiba, sang istri kontraksi, pertanda dekatnya waktu melahirkan.


Kemudian, lahirlah seorang bayi di antara kumpulan dan rak buku-buku. Orang-orang menggelarinya dengan Ibn al-Kutub. 


Dan tahukah Anda siapa Ibn al-Kutub itu? 


Ia adalah Jalaluddin al-Suyuthi; salah seorang ulama terkenal sepanjang sejarah, yang kitab-kitabnya masih bisa kita baca dan dapati sampai hari ini. Banyak karya yang ditinggalkanya bagi generasi selanjutnya. 


Salah satu faedah yang bisa didapati dari kisah di atas, Imam Jalaluddin al-Suyuthi tumbuh di tengah kumpulan buku-buku. Bapaknya pembaca buku, dan ibunya minimal memahami nilai sebuah buku. 


Kita, kadangkala, membeli dan mengoleksi buku, kalau pun tidak sampai terbaca semuanya, minimal bisa menghadirkan suasana ilmu di tengah rumah kita. Agar kelak, generasi yang dihasilkan dari rumah tersebut adalah generasi-generasi yang mencintai ilmu dan mencintai para Ahli Ilmu.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.