Hal-Hal yang Dimakruhkan Dalam Shalat

Hal-Hal yang Dimakruhkan Dalam Shalat

1. Memalingkan kepala atau melirik, berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Itu adalah pencopetan, yang dicopet oleh setan dari shalat seorang hamba.”(1)

2. Melihat ke arah langit, berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Apa tujuan sekelompok kaum yang melihat ke arah langit.” Beliau bersikap keras, sampai mengucapkan, “Mereka menghentikan itu, atau mata mereka akan dicopot.”(2)

3. Al-Takhassur, yaitu meletakkan tangan di atas kelingking, berdasarkan riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi Muhammad Saw melarang seseorang shalat dengan cara al-Takhassur.(3)

4. Orang yang shalat dengan menahan rambutnya yang terurai, atau kancingnya atau pakaiannya, berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Saya diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang, tidak menahan pakaian dan rambut.”(4)

5. Menjalin jemari atau meletupkannya, berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah Saw melihat seseorang menjalin jemarinya dalam shalat, kemudian beliau merenggangkan jemarinya dan bersabda, “Jangan meletupkan (membuat jari-jari berbunyi karena gesekan dan tekanan) jemari-jemarimu ketika engkau sedang shalat.”(5)

6. Menyapu kerikil lebih dari sekali di tempat sujud, berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Jikalau salah seorang di antara kalian mengerjakan shalat, maka jangalah ia menyapu kerikil, sebab rahmat Allah SWT ada padanya.”(6) Dan sabdanya, “Jikalau engkau melakukannya, maka sekali saja.”

7. Al-‘Abts, yaitu segala sesuatu yang memalingkan dari shalat dan menghilangkan kekhusyuan, seperti mempermainkan jenggot atau pakaian, atau melihat hiasan lantai atau dinding, dan selainnya, berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Tenanglah dalam shalat.”(7)

8. Membaca al-Quran dalam rukuk dan sujud, berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Saya dilarang untuk membaca al-Quran ketika rukuk dan ketika sujud.”(8)

9. Menahan kencing atau buang air besar. 

10. Mengerjakan shalat ketika makanan sudah tersaji, berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Tidak ada shalat di depan sajian makanan, dan tidak juga ketika menahanan Buang air Besar dan Buang air Kecil.”(9)

11. Duduk di atas pantat(10) dan membentangkan kedua lengan, berdasarkan riwayat Aisyah melarang duduk ala setan dan melarang untuk membentang kedua lengan layaknya bentangan binatang buas.(11)


Catatan Kaki: 

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1/191, (4/152)

(2) Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1/191)

(3) Diriwayatkan oleh al-Turmudzi (383), dan al-Nasai (2/127)

(4) Diriwayatkan Muslim (128/ 232) dalam Kitab al-Shalat

(5) Dipaparkan oleh al-Zaila’I dalam Nashb al-Rayah (2/87), dan Ibn Majah dengan pensanadan yang Dhaif. Sebagian besar ulama mengamalkannya

(6) Diriwayatkan oleh Ibn Majah (1027), dan al-Darimy (1/322)

(7) Diriwayatkan oleh Muslim (119) dalam Kitab al-Shalat

(8) Dipaparkan oleh al-Syafii dalam Musnadnya (41)

(9) Diriwayatkan oleh Muslim (67) dalam Kitab al-Shalat

(10) Dikenal dengan nama al-Iq’a, yaitu menempatkan pantat di tanah dan mengangkat betis, kemudian meletakkan kedua tangan di tanah layaknya duduknya Anjing. 

(11) Diriwayatkan oleh Muslim (46) dalam Kitab al-Shalat

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.