Hukum Shalat, Hikmah dan Keutamaannya

Hukumnya

Allah SWT mewajibkan shalat kepada setiap mukmin. Allah SWT memerintahkannya dalam banyak ayat di dalam Kitab-Nya. Allah SWT berfirman, “"maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (Surat al-Nisa:103) Dan firman-Nya, “"Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa." (Surat al-Baqarah: 238) Rasulullah Saw menempatkannya sebagai pondasi kedua dari lima pondasi Islam. Beliau bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: Bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah  dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa di Bulan Ramadhan.”(1) Orang yang meninggalkannya, dalam syariat Islam harus dibunuh. Sedangkan orang yang melalaikannya, maka ia fasik. 


Hikmahnya

Di antara hikmah pensyariatan shalat adalah membersihkan jiwa dan menyucikannya, membuat seorang hamba layak untuk bermunajat kepada Allah SWT di dunia, kemudian membuatnya layak untuk berada di sisi-Nya di akhirat kelak. Sebagaimana ia juga mencegah pelakunya untuk berbuat keji dan mungkar. Allah SWT berfirman, “"dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (Surat al-Ankabut: 45)


Keutamaannya

Cukuplah untuk menjelaskan keutamaan shalat dan keagungannya, dengan membaca hadits-hadits Nabi berikut ini: 

a) Sabda Rasulullah Saw, “Pangkal segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah SWT.”(2)

b) Sabda Rasulullah Saw, “Pembeda antara seseorang dengan kemusyrikan atau kekufuran adalah meninggalkan shalat.”(3)

c) Sabda Rasulullah Saw, “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Jikalau mereka sudah melakukannya, maka terjagalah darah mereka dan harta mereka dariku kecuali dengan hak Islam, dan perhitungannya kepada Allah SWT.”(4)

d) Sabda Rasulullah Saw ketika ditanya tentang amalan apa yang paling afdhal, maka beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.”(5)

e) Sabda Rasulullah Saw, “"Perumpamaan shalat lima waktu, seperti sebuah sungai jernih yang mengalir di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia mandi di sana setiap hari sebanyak lima kali dalam sehari. Maka, apakah kalian melihat akan ada kotoran yang tersisa padanya?" Para shahabat menjawab, “Tentu tidak ada.” Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya shalat lima waktu akan membersihkan dosa-dosa, sebagaimana air membersihkan kotoran.”(6)

f) Sabda Rasulullah Saw, “Tidaklah seorang muslim mendapati masuknya waktu shalat wajib, kemudian ia memperbagus wudhunya, khusyu’nya, dan rukuknya, kecuali akan terhapuslah dosa-dosanya yang sebelumnya, selama ia tidak melakukan dosa besar. Dan itu berlaku di semua waktu.”(7)


Catatan Kaki:   

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1/9), dan Muslim (20, 21) dalam Kitab al-Iman

(2) Diriwayatkan oleh al-Turmudzi (616)

(3) Diriwayatkan oleh Muslim (134) dalam Kitab al-Iman

(4) Diriwayatkan oleh al-Bukhari  (1/13) (9/138)

(5) Diriwayatkan oleh Muslim (36) dalam Kitab al-Iman

(6) Diriwayatkan oleh Muslim (284) dalam Kitab al-Masajid

(7) Diriwayatkan oleh Muslim (7) dalam Kitab al-Thaharah, dan Imam Ahmad (5/260)