Khidmah & Kerja

 "Orang-orang yang mencari hidup dengan Islam, tidak akan bisa berkhidmah untuk Islam," begitu kira-kira kata Zainab al-Ghazali (semoga Allah SWT merahmatinya)


Makanya, para Nabi, selain menjalankan kewajiban kenabian, mereka juga menjalankan profesinya. Nabi Nuh dikenal sebagai Tukang Kayu. Dengan tangannya sendiri, beliau membuat kapal yang akan menjadi wasilah keselamatannya dari Banjir besar. Hal ini dijelaskan dalam Surat Huud: 38.


Nabi Daud adalah seorang Pandai Besi. Allah SWT berikan kepadanya kemampuan melunakkan besi, yang kemudian dijadikannya Baju Tameng dan hal-hal bermanfaat lainnya. Hal ini dijelaskan dalam surat Saba': 10-11)


Nabi Zakariya, sebagaimana dijelaskan Nabi Saw, juga seorang Tukang Kayu. Dan Nabi Muhammad Saw sendiri, dahulunya bekerja mengembala domba-domba milik penduduk Makkah, kemudian juga berdagang di usia remaja dan mudanya. 


Para Imam dan Ulama Salaf, rata-rata juga begitu. 

Mungkin itulah pelajaran di balik nasehat K.H. Ahmad Dahlan yang terkenal itu "hidup-hidupkanlah Muhammadiyah, jangan hidup dari Muhammadiyah." Kalau di bawa lebih umum "Hidupkanlah Islam, jangan hidup dari Islam." 


Tujuannya, biar kita ikhlas memikul risalah Islam; ikhlas berkhidmah. Pun kalau sudah Ikhlas, Allah SWT menjamin dibukakan pintu-pintu kebaikan itu, termasuk rezeki. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.