Masalah Al-Inkisar dalam Warisan

Masalah Al-Inkisar dalam Warisan

 

Maksudnya, sebagian warisan tidak bisa dibagi kepada ahli warisnya. Maka, dilihat bagian warisan dan ahli warisnya. Jikalau keduanya berkesesuaian (al-Tawafuq), maka diambil sesuai bagian para ahli waris, ditempatkan di atas pokok warisan dan dikalikan. Hasilnya, warisan bisa dibagikan, kemudian ditempatkan di tabel lainnya setelah tabel pokok warisan, kemudian dikalikan semua yang ada pada setiap ahli waris sesuai dengan bilangan yang ditempatkan di atas pokok warisan. Hasilya dijelaskan di depannya, di bawah tabel penyelesaian. Misalnya: Suami, dua anak laki-laki, dan dua anak perempuan.

 

 

1

8

Suami

1

2

Anak Laki-Laki

3

2

Anak Laki-Laki

 

2

Anak Laki-Laki

2

Anak Perempuan

1

 

Jikalau terjadi al-Takhaluf, maka diletakkan total jumlah ahli waris di atas pokok warisan, kemudian dikalikan. Hasilnya, menjadi penyelesain warisan di tabel lainnya, kemudian dikalikan semua yang ada pada masing-masing ahli waris dengan apa yang ada di atas pokok warisan. Dan hasilnya diletakkan…  sampai akhir, sebagaimana dijelaskan di bagian sebelumnya.

 

Misalnya: Istri, seorang anak laki-laki, dan seorang anak perempuan. Masalahnya dari bilangan delapan. Istri mendapatkan seperdelapannya, yaitu satu. Dan sisanya adalah tujuh bagi Ashabah, yang tidak bisa dibagikan kepada mereka karena jumlahnya tiga; bagian laki-laki mendapatkan bagian dua perempuan. Kemudian dilihatlah bagian warisan dengan jumlah pokok waris, ternyata ada al-Takhaluf. Jumlah pokok ahli waris, yaitu tiga, ditempatkan di atas pokok warisan dan dikalikan dengannya, dan hasilnya adalah dua puluh empat. Maka, selesai sudah pembagian warisannya dan dikerjakan sebagaimana sebelumnya.

 

3

 

8

4

 Suami

1

2

Anak Laki-Laki

3

3

Anak Laki-Laki

 

2

Anak Perempuan

1

Anak Perempuan

1

 

Ini jikalau al-Inkisar hanya terjadi di satu kelompok saja. Jikalau terjadi lebih dari satu kelompok, maka caranya dilihat setiap kelompok dan bagiannya yang terjadi al-Inkisar; apakah al-Tawafuq atau al-Takhaluf. Hasil yang dilihat tadi, diletakkan di bagian belakangnya. Kemudian bilangan-bilangan yang diletakkan di belakang setiap kelompok dijadikan sebagai rujukan, dan dilihat dengan empat teori. Untuk al-Tamatsul, dicukupkan dengan salah satunya. Untuk al-Tadakhul, dicukupkan dengan yang paling besar, sebab yang paling kecil masuk ke dalam yang paling besar. Untuk al-Tawafuq, dicukupkan dengan hasil pengalian bilangan yang sesuai dengan bilangan sempurna yang sesuai. Untuk al-Takhaluf, dicukupkan dengan pengalian bilangan sempurna yang berbeda dengan bilangan sempurna lainnya, kemudian hasilnya diletakkan di atas pokok warisan, kemudian dikalikan dengannya. Hasilnya, diletakkan di Tabel lainnya dan dikerjakan sebagaimana sebelumnya.

 

 

8

24

Istri

1

3

Anak Laki-Laki

7

14

Anak Perempuan

 

7

 

Contoh al-Inkisar untuk dua kelompok: Dua orang istri, dan dua orang saudara laki-laki kandung. Masalahnya dari bilangan empat. Dua orang istri mendapatkan satu, yang mengalami al-Inkisar. Sisanya ada tiga yang didapatkan oleh dua saudara laki-laki sebagai Ashabah, yang juga mengalami al-Inkisar. Maka, dilihatlah bagian dua orang istri dan jumlah pokok warisannya, ternyata didapati al-Takhaluf di antara keduanya. Maka, diletakkanlah jumlah pokok warisan keduanya, yaitu dua; di belakang keduanya. Kemudian dilihatlah dua saudara laki-laki kandung dan bagian keduanya. Maka, juga didapati al-Takhaluf, sebab tiga berbeda dengan dua, sehingga jumlah pokok waris dua saudara laki-laki kandung diletakkan di belakang keduanya juga. Kemudian dilihatlah jumlah pokok warisan dua orang istri dan dua orang saudara laki-laki kandung. Maka, didapati adanya al-Tamatsul, sehingga dicukupkan dengan salah satu bilangan saja dan diletakkan di atas pokok warisan dan dikalikan. Hasilnya diletakkan di Tabel lainnya dan dikerjakan sebagaimana sebelumnya. Inilah pemisalannya, yaitu pemisalan yang ada al-Tamatsul di antara pokok warisan.

 

2

Istri

4

8

Istri

1

1

 

 

1

Saudari laki-laki Kandung

3

3

Saudari laki-laki Kandung

3

3

 

Misal untuk al-Tadakhul dan al-Takhaluf adalah empat orang istri, tiga anak perempuan, dan dua saudari perempuan kandung.

Perlu diperhatikan bahwa al-Inkisar terjadi di tiga bagian. Setiap kelompok terjadi al-Takhaluf dengan bagian-bagiannya. Maka, jumlah pokok warisan setiap kelompok diletakkan di belakangnya, kemudian dilihat jumlah orang di setiap kelompok. Didapati adanya al-Tadakhul di antara dua dan empat, sehingga dicukupkan dengan yang lebih besar, yaitu empat. Kemudian dilihat di antara empat dan tiga, maka keduanya ada al-Takhaluf, sehingga bilangan sempurna salah satunya dikalikan dengan yang lainnya, yaitu tiga dikalikan empat atau sebaliknya, yang hasilnya adalah dua belas. Kemudian diletakkan di atas pokok warisan dan dikalikan dengannya. Hasilnya adalah 288. Kemudian diletakkan di Tabel lainnya dan dikerjakan sebagaimana sebelumnya.

===

12

===

Istri

3

9

Istri

 

9

Istri

9

Istri

9

Anak Perempuan

16

64

Anak Perempuan

 

64

Anak Perempuan

64

Saudari Perempuan Kandung

5

30

Saudari Perempuan Kandung

30

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.