Masalah-Masalah Seputar Zakat Fitrah Menurut Mazhab Syafii

Masalah-Masalah Seputarr Zakat Fitrah Menurut Mazhab Syafii


(Masalah-Masalah Seputar Zakat Fitrah Menurut Mazhab Syafii, berdasarkan Kitab Matan Abi Syuja’)


( Pasal ) Wajibnya zakat Fithry karena tiga perkara : Islam, terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Ramadhan, ada kelebihan bahan makanannya dan bahan makanan keluarganya pada hari itu. 

Mengeluarkan zakat untuk dirinya sendiri dan orang – orang yang harus dinafkahinya dari kaum muslimin sebanyak satu Sha’ dari bahan makanan negerinya.(1) Kadarnya : Lima sepertiga liter Irak.(2) 


(Syarh Syeikh DR. Musthafa Dibb al-Bugha)


(1) Diriwayatkan oleh Al Bukhari ( 1433 ) dan Muslim ( 984 ), lafadz ini adalah riwayatnya, dari Ibn Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Saw mem-Fardhukan zakat Fithri pada bulan Ramadhan kepada orang – orang, sebanyak satu Sha’ Tamar atau satu Sha’ gandum, untuk setiap orang yang merdeka atau budak, laki – laki atau perempuan dari kaum muslimin “. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari ( 1432 ), “ Beliau memerintahkan pelaksanaanya sebelum orang – orang berangkat melaksanakan shalat “. 


Diriwayatkan oleh Al Bukhari ( 1439 ) dari Abu Sa’id Al Khudry Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “ Pada masa Rasulullah Saw, kami mengeluarkan satu Sha’ makanan pada hari raya ‘Idul Fithri. Makanan kami adalah gandum, kismis, keju dan Tamar “.  

  

(2) Setara kira – kira dengan timbangan 2400 gram.