Masalah Sujud Sahwi & Tatacara Shalat

Sujud Sahwi


Siapa yang lupa dalam shalatnya, kemudian ia menambah satu rukuk atau satu sujud atau selainnya, maka ia harus bersujud untuk menutupi kesalahan dalam shalatnya dengan dua kali sujud, setelah sempurna shalatnya sebelum salam. Begitu juga halnya dengan orang yang meninggalkan Sunnah Muakkadah dalam shalat karena lupa, maka ia juga harus bersujud sahwi sebelum salam. Hal yang salam juga berlaku untuk orang yang meninggalkan Tasyahhud pertengahan, ia sama sekali tidak mengingatnya atau baru mengingatnya setelah berdiri sempurna, maka ia tidak usah kembali lagi ke posisi sebelumnya dan harus sujud sebelum salam. Begitu juga dengan orang yang salam sebelum menyempurnakan shalatnya, maka jikalau masanya berjarak sebentar, maka ia bisa kembali ke posisi sebelumnya dan menyempurnakan shalatnya, kemudian bersujud sebelum salam. 

Dasar masalah ini adalah sabda Rasulullah Saw dan perbuatannya, yang suatu kali salam dari shalatnya padahal baru mengerjakan dua rakaat, kemudian ketika dikabarkan kepadanya, beliau kembali lagi dan menyempurnakan shalatnya, kemudian sujud setelah salam.(1) 

Sebagaimana suatu kali beliau lansung berdiri dari rakaat kedua dan tidak ber-Tasyahhud, kemudian beliau bersujud sebelum salam dan bersabda, “Jikalau salah seorang di antara kalian ragu dalam shalatnya, tidak tahu berapa rakaat yang sudah dikerjakannya; apakah tiga atau empat, maka buanglah ragu dan berdirilah di atas apa yang diyakininya, kemudian bersujudlah dua kali sujud sebelum salam. Jikalau ia mengerjakan shalat sebanyak lima rakaat, maka kami menggenapkan shalatnya. Jikalau ia mengerjakan shalat dengan sempurna sebanyak empat rakaat, maka itu menjadi penghinaan bagi setan.”(2) 

Sedangkan orang yang lupa di belakang Imam, maka tidak ada sujud baginya, menurut pendapat sebagian besar ulama. Kecuali jikalau Imamnya memang lupa. Maka, ia bersujud bersama Imam karena wajib mengikutinya, serta karena keterkaitan antara shalatnya dengan shalat Imam. Para sahabat Rasulullah Saw pernah bersujud bersama Nabi Muhammad Saw ketika beliau lupa dan bersujud.(3)


Tatacara Shalat


Tatacara shalat sebagai berikut: 

Setelah masuk waktu shalat, maka seorang muslim harus sudah berada dalam kondisi suci, aurat tertutup, dan menghadap kiblat. Kemudian Iqamah dikumandangkan. Setelah selesai Iqamah, maka ia mengangkat kedua tangannya selurus kedua bahunya seraya berniat mengerjakan shalat yang ingin dikerjakannya, dengan mengucapkan: Allahu Akbar. Ia meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya di atas dadanya. Kemudian ia membaca Istiftah dan membaca “Bismillahirrahmnirrahim…” dengan sir (tidak mengeraskan suara), membaca al-Fatihah. Ketika sampai bacaan “Wa Ladh Dhallin”, maka ia mengucapkan “Aamiin”. Kemudian ia membaca sebuah surat atau ayat-ayat al-Quran yang mudah baginya. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya sampai selurus dengan kedua bahunya dan rukuk seraya membaca “Allahu Akbar", kemudian ia meletakkan kedua telapak tangannya di kedua lututnya dan membentangkan punggungnya, tidak mengangkat kepalanya dan tidak pula menurunkannya, tetapi meluruskannya sesuai dengan bentangan punggungnya, kemudian mengucapkan ketika masih kondisi rukuk “Subhanallah Rabbiyal Azhim” sebanyak tiga kali atau lebih, kemudian bangkit dari rukuknya dan mengangkat kedua tangannya selurus kedua bahunya seraya membaca “Sami’allahu lima Hamidahu”. Ketika sudah berdiri lurus, ia mengucapkan “Rabbana Lakal Hamdu Hamdan Katsiran Thayyiban Mubarakan Fihi”, kemudian bergerak untuk bersujud seraya membaca “Allahu Akbar”, dan bersujud di atas tujuh anggota tubuhnya, yaitu wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua kaki, menempelkan dahinya dan hidungnya di tanah, seraya membaca “Subhana Rabbiyal A’la” sebanyak tiga kali atau lebih. Jikalau ia berdoa dengan kebaikan, maka itu baik. Kemudian ia bangkit dari sujud, seraya membaca “Allahu Akbar”, kemudian duduk dengan membentangkan kaki kirinya dan mendudukinya, serta mengankat kaki kanannya dan mengucapkan “Rabbighfirly warhamni wa ‘Afini wahdini warzuqni”, kemudian sujud lagi seperti sebelumnya, kemudian bangkit lagi utuk rakaat kedua, kemudian melakukan seperti yang sudah dilakukannya di rakaat pertama, kemudian duduk untuk Tasyahhud. Jikalau shalatnya dua rakaat, seperti shalat Subuh, maka ia ber-Tasyahhud dan bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, kemudian mengucapkan salam seraya mengucapkan “Assalamu alaikum warahmatullah” dengan melihat ke bagian kanan, kemudian mengucapkan salam juga ke kiri dengan cara yang sama. 

Jikalau shalatnya bukan yang berjumlah dua rakaat, ketika ia sudah ber-Tasyahhud, maka ia bangkit lagi bertakbir, mengangkat kedua tangannya selurus kedua bahunya, kemudian menyempurnakan shalatnya sebagaimana sebelumnya. Hanya saja, di rakaat ini dicukupkan dengan bacaan al-Fatihah. Jikalau sudah selesai, maka ia duduk Tawarruk, dengan menempelkan bokongnya di tanah, menegakkan telapak kaki kanannya dan menegakkan jari-jari kakinya, kemudian ber-Tasyahhud dan bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, memohon perlindungan kepada Allah SWT dari siksa Jahannam, siksa Neraka, siksa kubur, fitnah yang hidup dan yang mati, dan fitnah al-Masih al-Dajjal, kemudian salam dengan jahar seraya mengucapkan “Assalamu alaikum warahmatullah” melihat ke kanan, kemudian salam kedua melihat ke kiri, walaupun tidak ada seorang pun di arah itu. 


Catatan Kaki: 

(1) Shahih al-Bukhari (1227), dan Shahih Muslim dalam Kitab al-Masajid (97)

(2) Diriwayatkan oleh Muslim (88) dalam Kitab al-Masajid

(3) Hadits ini diriwayatkan oleh al-Turmudzi dalam hadits yang membahas tentang berdirinya Rasulullah Saw setelah rakaat kedua tanpa duduk Tasyahhud terlebih dahulu. Dalam hadits ini dinyatakan, “Taktala beliau selesai dari shalatnya, maka beliau bersujud dengan dua kali sujud, kemudian salam. Orang-orang pun ikut sujud bersamanya, untuk menutupi duduk yang beliau lupakan.” Walaupun riwayat ini ada ‘ilatnya, namun hadits ini diamalkan oleh semua ahli ilmu. Begitu juga dengan sabda Rasulullah Saw dalam al-Shahih, “Janganlah kalian berbeda dengan Imam kalian.”

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.