Syarat-Syarat Wajib Haji dan Umrah

Syarat-Syarat Wajib Haji dan Umrah


Disyaratkan bagi seorang Muslim untuk wajib Haji dan Umrah, syarat-syarat berikut ini: 


1) Islam. Non Muslim tidak dituntut untuk menunaikan haji dan umrah, serta tidak juga ibadah-ibadah lainnya. Sebab, keimanan adalah syarat sahnya segala amalan dan diterimanya.


2) Akal. Tidak ada Taklif bagi orang-orang gila. 


3) Baligh. Tidak ada Taklif bagi anak kecil sampai ia baligh, berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Diangkat ketetapan dari tiga orang; dari orang gila sampai sadar, dari orang yang tidur sampai bangun, dan dari anak kecil sampai mimpi.” 


4) Al-Istitha’ah (kemampuan), yaitu bekal dan kenderaan, berdasarkan firman Allah SWT, “yaitu bagi orang-orang yang mampu melakukan perjalanan kesana.” (Surat Ali Imran: 97) 


Orang yang fakir adalah orang yang tidak memiliki harta, yang akan digunakannya untuk kepentingan dirinya sendiri ketika haji, atau untuk keluarganya jikalau ia memiliki keluarga yang ditinggalkan. 


Ia sama sekali tidak wajib menunaikan haji dan umrah. Begitu juga dengan orang yang memiliki harta untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya, namun ia tidak mendapati kenderaan yang akan ditumpanginya, padahal ia sendiri tidak kuat berjalan, atau ada kenderaannya namun jalannya tidak aman yang bisa membahayakan dirinya atau hartanya. 


Maka, ia tidak wajib menunaikan haji dan tidak juga umrah. Sebab, ia berstatus tidak mampu.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.