Syariat Mengusap Khuff (Sepatu) dan Perban

Ada Tiga Materi yang Dibahas. 


Pensyariatan Mengusap Kedua Khuff dan Perban


Pensyariatan mengusap Khuff dan semua yang semakna dengannya, seperti kaus kaki, Mauq (sejenis Khuff) dan sejenisnya, berdasarkan al-Quran dan Sunnah. Dalam al-Quran, bisa didapati dalam firman Allah SWT yang dibaca “Wa Arjulikum” (dengan kasrah), di-‘Athafkan dengan kalimat “Wamsahu bi Ruusikum”. Dan ini menunjukkan bolehnya mengusap (al-mash). Sedangkan dalam sunnah, sabda Rasulullah Saw, “Jikalau salah seorang di antara kalian berwudhu, kemudian ia memakai kedua khuffnya, maka usaplah keduanya dan shalatlah. Jikalau ingin, maka ia tidak usah melepas keduanya kecuali karena junub.”(1) Tidak adanya pembatasan waktu disini, akan dijelaskan dalam hadits selanjutnya tentang batasan waktunya. 

Sedangkan masalah mengusap perban, ia berdasarkan sabda Rasulullah Saw tentang orang yang kepalanya terluka, kemudian ia membasuh kepalanya dan meninggal. Beliau bersabda, “Seharusnya cukup baginya bertayammum, kemudian memperban lukanya dan mengusapnya, kemudian membasuh bagian tubuhnya yang lainnya.”(2)


Syarat-Syarat Mengusai Khuff


Disyaratkan untuk mengusap Khuff dan semua yang semakna dengannya, sebagai berikut: 

1) Memakai keduanya dalam kondisi suci, berdasarkan sabda Rasulullah Saw kepada al-Mughirah bin Syu’bah taktala ingin mencopot kedua khuff Nabi Saw untuk membasuh kedua kakinya dalam berwudhu, “Biarkanlah keduanya. Saya memasukkan keduanya dalam kondisi suci.”(3)

2) Keduanya menutupi bagian-bagian yang wajib (diwudhui)

3) Masa Berlaku Usapan tersebut tidak lebih dari sehari semalam bagi yang mukim. Sedangkan bagi yang musafir, jangka waktunya adalah tiga hari tiga malam. Ini berdasarkan ucapan Ali radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Saw menetapkan tiga hari tiga malam bagi musafir, dan sehari semalam bagi yang mukim.(4)

4) Sedangkan untuk mengusap perban, maka tidak disyaratkan thaharah terlebih dahulu dan tidak juga ada batasan waktunya. Hanya saja disyaratkan, mengusapnya tidak lebih dari bagian yang terluka, kecuali bagian berlebih tersebut memang harus diikat, tidak melepasnya dari lokasi lukanya, dan lukanya memang belum sembuh. Jikalau lukanya sudah sembuh, maka hokum mengusapnya sudah batal dan wajib dibasuh. 


Perhatian: 

1. Boleh mengusap ‘imamah (sorban yang dililitkan di kepala) karena kondisi darurat akibat dingin atau safar, berdasarkan riwayat Muslim bahwa Nabi Saw berwudhu dalam safarnya, kemudian beliau mengusap keningnya dan ‘imamah.(5) Namun, mengusap ‘imamah haruslah disertai dengan mengusap sebagian kening, sebagaimana dijelaskan dalam hadits. 

2. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam masalah mengusap kedua Khuff, begitu juga dengan masalah mengusap Perban dan penutup Kepala, seperti ‘imamah dan sejenisnya. Apa yang dibolehkan bagi laki-laki, maka dibolehkan juga bagi perempuan. 


Tatacara Mengusap


Tatacara mengusap kedua khuff adalah dengan membasahi kedua tangan, kemudian meletakkan bagian dalam telapak tangan kiri di bawah Khuff, dan bagian dalam telapak tangan kanan di ujung jemari kaki, kemudian mengusapkan telapak tangan kanan sampai ke betis, dan mengusapkan telapak tangan kiri sampai ujung jemari kaki. Jikalau hanya mengusap bagian atas Khuff tanpa bagian bawahnya, maka itu sudah cukup berdasarkan ucapan Ali radhiyallahu anhu, “Jikalau agama dengan akal, maka bagian bawah khuff lebih utama diusap dari bagian atasnya.”(6)

Sedangkan untuk mengusap Perban, maka cukup dengan membasahkan tangan, kemudian mengusap semua bagian atas Perban sekali saja. 


Catatan Kaki: 

(1) Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak (1/181) dan dishahihkannya.

(2) Diriwayatkan oleh Abu Daud (324), dan ini pandangan sebagian besar ulama

(3) Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1/62), Muslim (22) dalam Kitab al-Thaharah, dan al-Imam Ahmad (4/251)

(4) Diriwayatkan oleh Muslim (85) dalam Kitab al-Thaharah

(5) Shahih Muslim (1/230) dalam Kitab al-Thaharah (b) (23)

(6) Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan pensanadan yang hasan (162)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.