Tujuan Olahraga Menurut Islam

Tujuan yang Diinginkan dari Semua Olahraga Al-Sibaq, Al-Munadhalah, Olahraga Jasmani dan Akal


Tujuan dari semua olahraga ini, yang dikenal di masa awal Islam dengan sebutan al-Furusiyyah, adalah menjadikannya sebagai sarana pembantu untuk mengejawatantahkan kebenaran, mendukungnya, dan membelanya. 


Tidak ada sama sekali tujuannya untuk mendapatkan harta dan mengumpulkannya, tidak juga untuk ketenaran dan ingin tampil, serta hal-hal yang mengiringinya, seperti kesombongan dan suka melakukan kerusakan, sebagaimana kondisi umum para olahragawan di hari ini. 


Tujuan olahraga dengan segala jenisnya adalah ketakwaan dan mendapatkan kemampuan berjihad di jalan Allah SWT. Dengan cara seperti inilah seharusnya olahraga itu dipahami dalam Islam. 


Siapa yang memahaminya bukan dengan bentuk seperti ini, maka ia sudah mengeluarkannya dari tujuan baiknya menuju tujuan buruk, berupa permainan batil dan perjudian yang diharamkan.Asal dari pensyariatan olahraga adalah firman Allah SWT, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi." (Surat al-Anfal: 60) 


Dan sabda Rasulullah Saw, “Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT dari mukmin yang lemah.”(1)


Kekuatan dalam Islam itu mencakup pedang dan tombak, hujjah dan keterangan. 


Catatan Kaki: 

(1) Diriwayatkan oleh Muslim (34) dalam Kitab al-Qadar, al-Imam Ahmad (2/ 370), dan Ibn Majah (4168)