Aqiqah Menurut Mazhab Syafii

Aqiqah Menurut Mazhab Syafii


(Aqiqah Menurut Mazhab Syafii, berdasarkan Kitab Matan Abi Syuja’)


( Pasal ) ‘Aqiqah itu hukumnya Sunnah. Yaitu, sembelihan untuk anak di hari ke tujuh kelahirannya.(1) Untuk anak laki – laki disembelih dua ekor domba, dan untuk anak perempuan disembelih satu ekor domba. Kemudian memberikannya sebagai makanan untuk para fakir dan miskin.(2) 


(Syarh Syeikh DR. Musthafa Dibb al-Bugha)


(1)‘Aqiqah secara bahasa artinya adalah membelah dan memotong. Ini adalah nama untuk rambut yang ada di kepala anak kecil ketika kelahirannya. Dinamakan seperti ini, karena rambutnya dipotong. Dinamakan hewan sembelihan dengan nama ini, karena lehernya disembelih ketika rambut ( anak kecil ) dipotong. Di-Sunnahkan, agar rambutnya juga dipotong di hari ketujuh, serta bersedekah dengan emas dan perak sesuai dengan timbangannya, baik anak itu laki – laki maupun perempuan. Dasar pen-Syari’atannya dan ke-Sunnahannya : 


Hadits yang diriwayatkan oleh At Turmudzi ( 1522 ) dan selainnya, dari Hadits Samurah Radhiyallahu ‘Anhu berkata : Rasulullah Saw bersabda, “ Anak kecil tergadai dengan ‘Aqiqahnya. Disembelih ( hewan ) untuknya di hari ketujuh, diberi nama dan dipotong rambutnya “. 


Tergadang dengan ‘Aqiqahnya : Maksudnya, tidak bisa memberi syafa’at kepada kedua orang tuanya pada Hari Kiamat ; jikalau tidak di-‘Aqiqah. Ada pendapat lain yang mengatakan, bahwa maksudnya adalah yang lain. 


Diriwayatkan oleh Al Hakim ( 4 / 237 ) dari ‘Ali bin Thalib Radhiyallahu ‘Anhu berkata : Rasululullah Saw meng-‘Aqiqahkan Husain dengan satu ekor domba dan berkata, “ Wahai Fathimah, potonglah rambutnya dan bersedekahlah dengan timbangan rambutnya “. Kemudian keduanya menimbangnya, dan jumlah timbangannya itu disedekahkan dengan Dirham.

  

(2) Diriwayatkan oleh Ibn Majah ( 3163 ) dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha : Rasulullah Saw memerintahkan kami untuk meng-‘Aqiqahkan anak laki – laki dengan dua ekor domba, dan untuk anak perempuan dengan seekor domba. Diriwayatkan oleh Abu Daud ( 2834 ) dan At Turmudzi ( 1513 ), “ Untuk anak laki – laki adalah dua ekor domba yang sama “.