Bersumpah Tidak akan Menggauli Istrinya (al-Ila) Menurut Mazhab Syafii

 Bersumpah Tidak akan Menggauli Istrinya (al-Ila) Menurut Mazhab Syafii


(Bersumpah Tidak akan Menggauli Istrinya (al-Ila) Menurut Mazhab Syafii, berdasarkan Kitab Matan Abi Syuja’)


( Pasal ) Jikalau seseorang bersumpah tidak akan menjima’ istrinya sekalipun, atau selama jangka waktu lebih dari empat bulan, maka dia adalah Muuli’. Diundurkankan bagi laki – laki ini ( jikalau istrinya meminta ) selama empat bulan. Kemudian diberi pilihan antara kembali dan membayar Kafarat, atau Thalaq.(1) Jikalau dia enggan, maka Hakim menjatuhkan Thalaqnya.(2) 


(Syarh Syeikh DR. Musthafa Dibb al-Bugha)


(1) Maksudnya, laki – laki itu diminta untuk menarik sumpahnya. Kemudian dia menggauli istrinya dan membayar Kafarat sumpahnya. Jikalau dia enggan, maka diminta untuk menjatuhkan Thalaq. 


Allah Swt berfirman, “ Kepada orang - orang yang meng-ilaa' isterinya diberi tangguh empat bulan ( lamanya ). Kemudian jika mereka kembali ( kepada isterinya ), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. * Dan jika mereka ber'azam ( bertetap hati untuk ) talak, maka sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui “. [ Al Baqarah : 226 – 227 ]

Ilaa’ : Maksudnya, bersumpah ; sebagaimana disebutkan.

Kembali : Maksudnya, menarik sumpahnya dengan melakukan jima’. 


Diriwayatkan oleh Malik dalam Al Muwattha’ ( 2 / 556 ) dari ‘Ali Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “ Jikalau seorang laki – laki meng-Ilaa’ istrinya dan tidak menjatuhkan Thalaq. Jikalau telah berlalu empat bulan, maka dihentikan : Di-Thalaq atau kembali “. Semisal ini juga diriwayatkan dari Ibn ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma. 

  

(2) Untuk menghilangkan Mudharat dari perempuan tersebut. Tidak ada cara lain, kecuali menjatuhkan Thalaqnya.