Kenikmatan Kontribusi
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Nabi Muhammad Saw bersabda:
إِذا حدث الرجل حَدِيثا فَالْتَفت، فَهُوَ أَمَانَة
"Jikalau seseorang menyampaikan sesuatu, kemudian ia melirik, maka itu adalah amanah."
(HR Abu Daud)
Makhul menjelaskan, sebagaimana dikutip Imam al-Baghawi dalam Syarh al-Sunnah, melirik disini untuk melihat ke kiri dan kanan tentang ada tidaknya yang mendengar. Jikalau itu dilakukan, maka pembicaraan tadi adalah amanah. Tidak halal menyebarkannya.
Dalam riwayat lainnya juga dijelaskan:
الْمجَالِس أَمَانَة، وإفشاؤها خِيَانَة
"Majelis itu amanah, dan menyebarkannya khianat."
Maksudnya, apa yang disampaikan dalam Majelis, yang memang ditegaskan untuk tidak disampaikan keluar Majelis.
Denis Arifandi Pakih Sati
@dapakihsati
.jpg)
Laa Tahin al-Faqir
Jangan menghina (merendahkan) orang fakir
'Allaka Tarka' Yauman
Bisa jadi suatu hari Anda merendahkan diri
Wa al-Dahr Yarfa'ahu
Dan Zaman mengangkatnya (meninggikanya)
Jikalau diperhatikan kata-kata yang ada dalam syair, secara akidah mungkin ada beberapa kata yang bermasalah. Maklum saja, syair jahiliyyah. Namun maknanya, benar.
Jangan pernah kita merendahkan siapa pun. Sebab, Allah SWT mempergilirkan hari. Tilka al-Ayyam-u Nudawiluha Bain al-Nas; Itulah hari-hari yang kami pergilirkan di antara manusia.
Bisa jadi sekarang kita di atas, namun besok di bawah. Begitu sebaliknya. Tidak ada yang abadi di satu keadaan.
Dalam riwayat dijelaskan: “Cukup bagi seseorang menjadi keburukan baginya ketika ia merendahkan muslim lainnya.”
IG: @dapakihati