Pengetahuan Hukum Seputar Jin

Pengetahuan tentang Jin itu bukanlah al-Taraf al-Fikri atau Tadhyi’ al-Waqt. Ia masalah penting agar seseorang tidak terjerumus ke dalam Khurafat (Mitos)


Apakah Jin Mencuri Harta Manusia? 


Ketika seseorang kehilangan hartanya, kemudian ia tidak mendapati ada orang yang mencurinya, maka ia akan berpikir bahwa pelakunya adalah Jin. 


Fakta Islaminya, Jin tidak bisa bisa mencuri hartanya, selama harta itu tersimpa dalam al-Hirz (Lemari atau Kotak dan sejenisnya). 


Rasulullah Saw bersabda: 

أغلِقوا الأبوابَ وأوْكوا السِّقاءَ وخمِّروا الإناءَ وأطفِئوا المصباحَ فإنَّ الشَّيطانَ لا يفتَحُ غَلَقًا ولا يحُلُّ وِكاءً ولا يكشِفُ إناءً وإنَّ الفُوَيْسقةَ تُضرِمُ على النَّاسِ بيتَهم

"Tutuplah oleh kalian pintu rumah, ikatlah kantong air tempat minuman, tutuplah bejana-bejana, dan matikanlah lampu, karena setan tak dapat membuka pintu terturup, melepas ikatan tempat minum, dan membuka bejana. Dan sesungguhnya tikus dapat merusak pemilik rumah dengan membakar rumahnya." (HR al-Turmudzi)


Apakah Jin juga Mukallaf? 


Jin itu Mukallaf sama dengan manusia, dan Rasul mereka adalah dari kalangan manusia, sebagaimana firman Allah SWT: 

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنْفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir." (Surat al-An'am: 130)


Ada sekelompok Jin yang mendengarkan al-Quran dari Nabi Saw, sebagaimana firman-Nya: 

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan." (Surat al-Ahqaf: 29)


Dalam hadits panjang riwayat Muslim dijelaskan: 

وبعثت إلى الأحمر والأسود

"Saya diutus kepada yang merah dan yang hitam." 


Apakah Jin yang Beriman Masuk Surga? 


Para Ulama berbeda pendapat karena berpangkal dari perbedaan mereka tentang Asal Jin. Ulama berpandangan bahwa ia adalah keturunan Jin bukan Iblis, maka ia masuk surga dengan Iman mereka. 


Sedangkan ulama yang berpandangan bahwa ia merupakan keturunan Iblis, maka ada dua pandangan mereka. 

  1. Mereka masuk surga
  2. Mereka tidak masuk surga, namun tidak juga disiksa di Neraka


Sedangkan bagi Jin yang Ahli maksiat, maka ia akan dimasukkan ke dalam Neraka sama dengan manusia, sebagaimana firman Allah SWT:

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِ

Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya)." (Surat al-Rahman: 35)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.