Sunnah di Balik Azan

Sunnah di Balik Azan


Azan merupakan panggilan Tauhid, sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Thabari. Ibadah agung yang keutamaannya bukan saja untuk orang yang mengumandangkannya. Tapi juga bagi kita yang mendengarnya. 

Inilah 5 sunnah yang terkait degan Azan, yang bisa menjadi amalan kita. 

๐Ÿ‘‰Pertama, Mengulang Bacaan Azan

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Said al-Khudry radhiyallahu anhu, Rasulullah Saw bersabda: 

ุฅุฐุง ุณู…ุนุชู… ุงู„ู†ุฏุงุก ูู‚ูˆู„ูˆุง ู…ุซู„ ู…ุง ูŠู‚ูˆู„ ุงู„ู…ุคุฐู†

"Jikalau kalian mendengar Azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan Muazzin." 

Kecuali ketika bacaan Hayya 'alas Sholah dan Hayya 'alal Falah, maka kita mengucapkan La Haula wa la Quwwata Illa billah, berdasarkan riwayat al-Bukhari, dari Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhuma ketika mendengar Hayya 'alas Shalah, maka ia mengucapkan La Haula wa La Quwwata Illa Billah, kemudian berkata lagi: "Beginilah kami mendengar Nabi kalian mengucapkan." 


๐Ÿ‘‰Kedua, Bershalawat kepada Rasulullah Saw setelah azan. 

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Amru radhiyallahu anhuma, Nabi Saw bersabda: 

 ุซู… ุตู„ูˆุง ุนู„ู‰، ูุฅู†ู‡ ู…ู† ุตู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ ุตู„ุงุฉ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุจู‡ุง ุนุดุฑุง

"Kemudian bershalawatkan kepadaku. Siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah SWT bershalawat kepadanya sepuuluh kali." 


๐Ÿ‘‰Ketiga, Memohon kedudukan al-Wasilah bagi Rasulullah Saw. 

Beliau bersabda, lanjutan hadits sebelumnya: 

ุซู… ุณู„ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠ ุงู„ูˆุณูŠู„ุฉ، ูุฅู†ู‡ุง ู…ู†ุฒู„ุฉ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ู„ุง ุชู†ุจุบูŠ ุงู„ุง ู„ุนุจุฏ ู…ู† ุนุจุงุฏ ุงู„ู„ู‡، ูˆุฃุฑุฌูˆ ุฃู† ุฃูƒูˆู† ุฃู†ุง ู‡ูˆ، ูู…ู† ุณุฃู„ ู„ูŠ ุงู„ูˆุณูŠู„ุฉ ุฎู„ุช ู„ู‡ ุงู„ุดูุงุนุฉ

"Kemudian mohonlah al-Wasilah bagiku. Ia adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi hamba Allah SWT. Aku berharap , itu adalah aku. Siapa yang memohonkan al-Wasilah bagiku, maka ia berhak mendapatkan Syafaatku." 


๐Ÿ‘‰Keempat, Mengucapkan persaksian Tauhid, menyatakan keridhaan kita kepada Allah SWT, Rasul-Nya, agama ISlam. 

Diriwayatkan oleh Muslim, dari Saad bin Abi Waqqash, dari Rasulullah Saw bersabda: 

ู…ู† ู‚ุงู„ ุญูŠู† ูŠุณู…ุน ุงู„ู…ุคุฐู†: ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ ูˆุฃู† ู…ุญู…ุฏุง ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡، ุฑุถูŠุช ุจุงู„ู„ู‡ ุฑุจุง ูˆุจู…ุญู…ุฏ ุฑุณูˆู„ุง ูˆุจุงู„ุฅุณู„ุงู… ุฏูŠู†ุง ุบูุฑ ู„ู‡ ุฐุฆุจู‡

"Siapa yang mengucapkan ketika mendengar Muazzin: La Ilaha Illallah Wahdahu la Syarika Lahu wa Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluhu, Radhitu billahi Rabban wa bi Muhammadin Rasulan wa bil Islami dinan, maka diampunkan dosanya." 


๐Ÿ‘‰Kelima, Berdoa kepada Allah SWT dengan apapun yang kita inginkan. Doa Mustajab, Insya Allah. 

Diriwayatkan oleh Abu Daud, al-Nasai, Ahmad, dan dishahihkan oleh al-Albani, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu, seseorang berkata kepada Rasulullah Saw, "Wahai Rasulullah, para Muazzin mengungguli kami." Maka, beliau berkata: 

ูู„ ูƒู…ุง ูŠู‚ูˆู„ูˆู†، ูุฅุฐุง ุงู†ุชู‡ูŠุช ูุณู„ ุชุบุทุฉ

"Katakanlah sebagaimana mereka ucapkan. Jikalau Anda selesai, maka mintalah, engkau akan diberi."

Semoga bisa menjadi amalan kita semua. []