Jangan Ikut Campur Masalah Rezeki

Jangan Ikut Campur Masalah Rezeki


Hikmah  Keempat

أَرِحْ نَفْسِكَ مِنَ التَّدْبِيْرِ, فَمَا قَامَ غَيْرُكَ عَنْكَ لَا تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ 

“Istirahatkanlah dirimu untuk mengurus (urusanmu sendiri). Sesuatu yang telah diurus oleh selainmu untuk dirimu, maka engkau tidak perlu lagi melakukannya.”

(Ibn Athaillah al-Sakandari)

[Kitab al-Hikam Ibn Athaillah)

***


Istirahatkanlah dirimu yang sangat berharga dan sangat Anda cintai itu, untuk mengurus sesuatu yang telah diurus dan diatur oleh Penguasamu, seperti rezki, jodoh, kematian dan sebagainya. 

Itu adalah masalah takdir yang tidak dapat diganggu gugat siapapun. Allah Swt telah menentukannya di Lauh Mahfudz semenjak zaman Azali, bahkan para Malakat yang berada di dekat-Nya pun tidak mengetahui apa yang telah ditetapkan-Nya. Itu adalah ilmu ghaib yang tidak diketahui selain-Nya. 

Dalam hal ini, penulis lebih fokus membicarakan rezki, karena ada di antara manusia ada yang menyangka tidak akan mendapatkan rezki atau kehilangan rezki, jikalau dia memamfaat sebahagian waktunya untuk menjalankan kewajiban beribadah kepada-Nya. Padahal kenyataannya tidaklah seperti itu. Antara ibadah dan usaha dapat disandingkan dan bisa berjalan bersama-sama.

Jikalau rezki telah ditentukan kadarnya oleh Allah Swt, dan seorang hamba tidak akan meninggal sampai rezkinya tercukupi, maka tidak ada lagi yang perlu Anda takutkan. Tugas Anda hanyalah bekerja dan berusaha, kemudian bertawakkal kepada-Nya. Jikalau Dia memberikanmu rezki dengan nominal tertentu setiap harinya, maka itulah bagian Anda. Tidak usah protes dan ngomel sana-sini, seolah-olah Anda tidak percaya dengan ketentuan-Nya. []