Sunnah Bertahmid Menjelang Tidur

Andaikan kita mau menghitung betapa banyaknya nikmat yang Allah SWT karuniakan kepada kita, maka kita tidak akan pernah mampu melakukannya. 


Hanya saja, kadangkala atau seringkali, kita terfokus melihat apa yang dimiliki orang lain dan kita tidak memilikinya, kemudian lupa dengan limpahan nikmat yang kita nikmati setiap harinya, setiap jamnya, setiap menitnya, dan setiap detiknya. 


Dalam al-Quran dijelaskan: 

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)." (Surat al-Naml: 73)


Para ulama sejak lama menjelaskan, salah satu bahaya yang mengintai kita adalah terbiasa dengan suatu nikmat, kemudian menganggapnya tidak penting. Padahal ketika ia hilang, kita benar-benar akan merasakan akibatnya. Nikmat bernafas, salah satunya. Nikmat bisa makan dan menikmatinya. Nikmat bisa minum dan menikmatinya. Nikmat adanya tempat berlindung dan bernaung. Dan banyak lagi yang lainnya.  


Dalam ayat lainnya dijelaskan bahwa hamba Allah SWT yang mau bersyukur itu sedikit. 

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih." (Surat Saba': 13)


Kita semuanya berharap menjadi bagian yang hamba Allah SWT yang sedikit tersebut. 


Maka, salah satu sunnah Rasulullah Saw, beliau selalu bersyukur sebelum tidur, sehingga amalan terakhirnya sebelum memejamkan mata untuk beristirahat adalah bertahmid memuji Allah SWT atas limpahan nikmat-Nya. 


Dalam riwayat Muslim, dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Saw jikalau akan menghampiri tempat tidurnya, maka beliau membaca: 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُئْوِيَ

"Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberi kami makan, memberi kami minum, mencukupkan kami, dan melindungi kami. Berapa banyak orang yang tidak mempunyai yang mencukupinya dan yang melindunginya."


Semoga sunnah ini menjadi amalan kita juga hendaknya.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.