Peranan Shalat

Peranan Shalat


Hikmah Keseratus Dua Puluh Satu

الصَّلَاةُ مَحَلُّ الْمُنَاجَاةِ وَمَعْدِنُ الْمُصَافَاةِ, تَتَّسِعُ فِيْهَا مَيَادِيْنُ الْأَسْرَارِ وَتَشْرِقُ فِيْهَا شَوَارِقُ الْأَنْوَارِ. 

“Shalat adalah tempat bermunajat dan lahan membersihkan diri. Di dalamnya ada medan rahasia yang luas dan kilauan cahaya yang bersinar terang.”


(Ibn Athaillah al-Sakandari)

[Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari)]


Shalat yang Anda kerjakan lima kali sehari-semalam adalah tempat bermunajat seorang hamba kepada Allah Swt. Itu adalah masa ketika ia menghabiskan waktunya berkhalwat bersama kekasihnya, mengadukan segala hajatnya dan menyampaikan segala keluh-kesahnya. 

Shalat juga merupakan lahan seorang hamba untuk membersihkan hatinya dari semua bentuk dosa dan maksiat yang akan mengotori hatinya, membuatnya terhijab dan semakin jauh dari hidayah-Nya. Jikalau mata buta, itu adalah sebuah musibah. Namun jikalau mati yang buta, maka musibahnya lebih besar lagi. 

Ketika Anda mengerjakannya, maka Anda sedang membaca dan mengkaji kitab segala rahasia yang ada di alam semesta ini, baik di langit maupun di bumi. Bukankah Anda mengenal Malaikat, Jin dan sejenisnya dari Al-Quran? Bukankah Anda dapat mengetahui beragai jenis ilmu pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui manusia dari Al-Quran?  Bukanlah Anda mengetahui hidayah, taufik, kelapangan jiwa dan sebagainya dari Al-Quran? Yah, Al-Quran adalah medan segala rahasia. Jikalau Anda mampu mengkajinya dan mendalami, maka Anda akan mengetahui rahasia-rahasia itu.

Pancaran cahaya Allah Swt ada di dalam shalat yang Anda kerjakan. Semakin Anda rajin mengerjakannya, maka semakin besar harapan Anda mendapatkan cahaya-Nya. Jikalau Anda sudah mendapatkan-Nya, maka segala rasa duniawi yang masih tersimpan di dalam diri Anda akan lenyap sedikit demi sedikit, sehingga Anda benar-benar merasakan kelezatan ibadah bersama-Nya.