Sedikit dan Banyaknya Amalan

Sedikit dan Banyaknya Amalan


Hikmah Keempat Puluh Tujuh

مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ, وَلَا كَثُرَ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ رَاغِبٍ

“Tidak bisa disebut sedikit, amalan yang bersumber dari hati yang zuhud. Dan tidak bisa disebut banyak, amalan yang bersumber dari hati yang tamak.” 


(Ibn Athaillah al-Sakandari)

{Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari]


Walaupun amalan yang Anda lakukan itu sedikit, namun dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan jauh dari nilai-nilai kesyirikan, maka pada hakikatnya Anda telah melakukan sesuatu yang besar dengan pahala yang besar pula. Nilai sebuah ibadah adalah kwilitasnya, bukan kuantitasnya. Berapa banyak orang yang beribadah siang dan malam, namun tidak ada pahala yang didapatkannya, karena semua itu dilakukannya tidak ikhlas dan jauh dari nilai-nilai ketuhanan. 

Walaupun amalan yang Anda lakukan itu banyak, namun tidak ikhlas dan mengandung nilai-nilai kesyirikan, maka pahala yang Anda dapatkan adalah nol besar, bahkan sia-sia belaka. Ibadah yang Anda lakukan untuk selain-Nya, maka Dia berlepas diri darinya. Ibadah itu sesuai niatnya. Jikalau niatnya untuk Allah Swt, maka Dia akan membalasnya. Jikalau niatnya untuk dunia, maka ia akan mendapatkannya, dan tentunya itupun atas seizin-Nya. 

Banyaknya amalan belum tentu menunjukkan banyaknya pahala. Dan sedikitnya amalan belum tentu menunjukkan sedikitnya pahala. Timbangannya adalah keikhlasan dan kesesuainnya dengan tuntutan Rasulullah Saw.