Sunnah Istighfar

 Sungguh sudah begitu banyak dosa yang kita lakukan. Mulai dari anggota tubuh yang zhahir; mata melihat yang haram, telinga mendengar yang haram, dan lisan yang sering berbicara haram, sampai ke hati yang terpancar ke perbuatan, seperti al-Kibr (sombong), al-Hasad (dengki), al-'Ujb (kagum dengan diri sendiri), dan lain-lain. 


Saking banyaknya, kadangkala kita tidak begitu peduli lagi. Kita menganggapnya remeh, padahal bisa jadi ia besar di hadapan Allah SWT. 

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

"kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar." (Surat al-Nur: 15)


Maka, salah satu Sunnah Rasulullah Saw adalah memperbanyak Istighfar setiap harinya untuk dosa-dosa yang dilakukan, secara umum. Tidak membatasi untuk dosa tertentu.


Dalam riwayat al-Bukhari, dari Abu Hurairah menjelaskan, bahwa ia mendengar Nabi Saw bersabda:

واللَّهِ إنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وأَتُوبُ إلَيْهِ في اليَومِ أكْثَرَ مِن سَبْعِينَ مَرَّةً

"Demi Allah SWT, aku beristighfar kepada Allah SWT dan taubat kepada-Nya dalam sehari, lebih dari 70 kali." 


Dalam riwayat lainnya, dari Abu Hurairah juga, Rasulullah Saw bersabda: 

إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ

"Aku beristighfar kepada Allah SWT dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari, sebanyak 100 kali." 


Pointnya, bukan di bilangannya. Tapi memperbanyak Istighfarnya. Nabi saja, yang diampunkan dosanya terdahulu dan kemudian, banyak-banyak memohon ampunan-Nya. Apalagi kita?! []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.