Berbaik Sangka Kepada Allah Swt

 Hikmah Keempat Puluh Dua


إِنْ لَمْ تُحْسِنْ ظَنَّكَ بِهِ لِأَجْلِ حُسْنِ وَصْفِهِ فَحَسِّنْ ظَنَّكَ بِهِ لِوُجُوْدِ مُعَامَلَتِه مَعَكَ. فَهَلْ عَوَّدَكَ إِلَّا حَسَنًا وَهَلْ أَسْدَى إِلَيْكَ إِلّا مِنَنًا

“Jikalau engkau tidak mampu berbaik sangka kepada Allah Swt karena kebaikan sifat-Nya, maka berbaik sangkalah kepada-Nya karena hubungan-Nya denganmu. Tidaklah ada yang dibiasakan-Nya kepadamu kecuali kebaikan, dan tidak ada yang diberikan-Nya kepadamu kecuali berbagai karunia.”


(Ibn Athaillah al-Sakandari)

[Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari]


Jikalau Anda tidak bisa berbaik sangka kepada-Nya, karena sifat-sifatnya yang Maha Agung lagi Maha Mulia, seperti Maha Pengasih, Maha Penyayang dan sebagainya, maka berbaik sangkakah kepada-Nya karena kebaikan-Nya kepadamu. Berapa kali Anda bermaksiat kepada-Nya dalam sehari, dalam satu jam, dalam satu menit, bahkan dalam satu detik, apakah Dia pernah membalasmu dengan kelaparan dan kefakiran, sehingga Anda tidak mendapatkan rezki-Nya sedikitpun pada hari itu?


Kemaksiatan yang sering Anda lakukan kepada-Nya selalu dibalasnya dengan karunia dan rezki-Nya. Tidak ada dalam kamus-Nya kata-kata “Menzhalimi HambaNya”. Dia adalah Zat yang maha Adil. Tidak ada cela dan keburukan dalam diri-Nya. Semua yang ditetapkan bagi para hamba-Nya adalah untuk kebaikan mereka juga. 


Apakah Anda tidak memperhatikan?! Semua yang diberikan-Nya kepada-Mu adalah kebaikan dan nikmat. Walaupuan Anda tidak shalat, tidak berpuasa, tidak mengeluarkan zakat dan sebagainya, namun Dia masih rela memberikan karunia-Nya kepadamu. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.