Nikmat Paling Besar


Hikmah Keseratus Sebelas


مَتَى جَعَلَكَ فِي الظَّاهِرِ مُمْتَثِلًا لِأَمْرِهِ وَرَزَقَكَ فِي الْبَاطِنِ الْاِسْتِسْلَامَ لِقَهْرِهِ فَقَدْ أَعْظَمَ الْمِنَّةَ عَلَيْكَ

”Ketika Allah Swt menjadikanmu seseorang yang menjalan perintah-Nya secara lahir, dan mengaruniakanmu ketundukan kepada kekuasaan-Nya secara batin, maka Dia telah memberikan nikmat yang besar kepadamu.”


(Ibn Athaillah al-Sakandari)

[Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari]


Jikalau Anda diperkenankan oleh Allah Swt untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta menjalani hidup sebagaimana diinginkan-Nya dan diridhoi-Nya, kemudian Anda menerima semua ketentuan-Nya sepenuh hati tanpa ada celaan dan kritikan, berarti Anda telah mendapatkan nikmat yang besar. 


Jikalau Anda melihat tetangga Anda dikarunia harta yang melimpah, rumah bertingkat dan mobil mengkilat, namun ia sama sekali tidak mendaparkan rasa cinta kepada Allah Swt dalam hatinya, dan sama sekali tidak tergerak untuk menjalankan perintah-Nya, berarti Anda lebih kaya daripadanya; walaupun lahirnya Anda tampak lebih miskin darinya. 


Kekayaan hakiki berada di dalam hati, bukan di tangan. Berapa banyak orang yang memegang setumpuk uang, namun ia tidak bisa menggunakannya, karena kesehatannya drop. Dan berapa banyak orang yang hidupnya sederhan, bahkan pas-pasan, namun hatinya tenang dan kehidupannya bahagia, karena ia selalu bersama-Nya menjalani harinya dengan ketaatan

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.