Sifat Kenak-kanakan Anda


 Hikmah Keseratus Empat Puluh Sembilan

Sifat Kenak-kanakan Anda


مَتَى كُنْتَ إِذَا أُعْطِيْتَ بَسَطَكَ الْعَطَاءُ, وَإِذَا مُنِعْتَ قَبَضَكَ الْمَنْعُ, فَاسْتَدِلَّ بِذَلِكَ عَلَى ثُبُوْتِ طُفُوْلِيَّتِكَ وَعَدَمِ صِدْقِكَ فِي عُبُوْدِيَّتِكَ

“Ketika engkau diberi, maka engkau akan bahagia. Ketika engkau ditolak, maka engkau akan cemberut. Berdasarkan hal itu ketahuilah, bahwa engkau masih kanak-kanak dan ibadahmu belum tulus.” 


Ibn Athaillah al-Sakandari

(Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari)


Perhatikanlah diri Anda baik-baik. Jikalau Anda bahagia ketika mendapatkan apa yang Anda inginkan, dan bersedih ketika tidak berhasil mendapatkan apa yang Anda harapkan, maka itu menunjukkan bahwa Anda masih kekanak-kanakan dan ibadah yang Anda jalankan belum benar. 


Kenapa Anda masih dikatakan masih kanak-kanak?!


Cobalah Anda perhatikan anak Anda sendiri. Jikalau Anda memberikannya hadiah, atau sesuatu yang diinginkannya, bukankah ia akan bahagia. Dan ketika Anda tidak memberikan apa yang diinginkannya, bukankah ia akan menangis. Yah, itulah sifat dan karakter dasar anak-anak. Dan jikalau Anda bersikap seperti itu kepada Allah Swt, artinya Anda belum dewasa sebagai hamba-Nya. Keyakinan dan rasa tawakkal Anda belum mencapai kesempurnaannya. Masih banyak yang harus Anda intropeksi baik-baik. 


Sikap seperti itu juga menunjukkan ketidak tulusan Anda beribadah kepada-Nya. Jikalau ibadah yang Anda kerjakan selama ini tulus dan benar-benar mengharapkan ridho-Nya, maka Anda tidak akan merasakan perbedaan antara diberi dan ditolak. Bagi Anda, keduanya sama saja. Jikalau Dia memberikan apa yang Anda minta, maka Anda bersyukur kepada-Nya, semakin rajin menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Jikalau permintaan Anda ditolak, maka Anda akan intropeksi diri. Jikalau ada kesalahan yang selama ini 

Anda lakukan, maka Anda akan berusaha menjauhinya. Jikalau rasanya tidak ada kesalahan yang Anda lakukan, maka ketahuilah bahwa Dia menginginkan sesuatu yang lebih baik bagi Anda, atau bisa jadi Dia menunda pengabulannya bagi Anda. 


Bagaimanapun, semua yang ditentukan-Nya dan ditakdirkan bagi hamba-Nya adalah point terbaik. Bersyukurlah dan jangan pernah mencela!!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.