Berdoalah Selalu Kepada Allah Swt

Berdoalah Selalu Kepada Allah Swt


Hikmah Keseratus Tujuh Puluh Empat

Berdoalah Selalu Kepada Allah Swt

رُبَمَا دَلَّهُمُ الْأَدَبُ عَلَى تَرْكِ الطَّلَبِ اعْتِمَادًا عَلَى قِسْمَتِهِ وَاشْتِغَالًا بِذِكْرِهِ

 عَنْ مَسْئَلَتِهِ

“Kadangkala adab menuntun mereka untuk tidak meminta (berdoa) karena bergantung dengan pembagian Allah Swt dan sibuk dengan zikir-Nya.”


Ibn Athaillah al-Sakandari

Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari


 Kadang-kadang Adab bersama Allah Swt menuntun orang-orang Arif dan bijaksana untuk tidak meminta kepada-Nya. Mereka takut jikalau hal ini masuk dalam kategori tidak beradab terhadap-Nya; padahal Dia telah menentukan rezki para hamba-Nya semenjak zaman azali. Semua itu semata-mata karunia-Nya, bukan karena ada intervensi atau usaha dari pihak lain. 

Meminta yang dimaksudkan disini adalah berdoa untuk sekedar mendapatkan sesuatu. Sedangkan jikalau berdoa untuk menunjukkan Ubudiyyah dan menjalankan hak Rububiyyah, maka itu adalah salah satu bentuk kesempurnaan dalam diri seorang hamba. 

Orang-Orang Arif biasanya lebih sibuk dengan berzikir mengingat-Nya, baik dengan lisan maupun hati, daripada meminta dan menuntut-Nya. Jikalau mereka sibuk mengingat-Nya, maka Dia akan memberikan sesuatu lebih baik dari apa yang diberikan-Nya kepada orang-orang yang meminta. Ketika Anda menyebut-nyebut nama-Nya, bukankah hal itu menunjukkan Anda membutuhkan-Nya dan fakir di hadapan-Nya. 

Cobalah Anda perhatikan di jalanan, bagaimana seorang pengemis selalu memanggil orang kaya yang dilihatnya berjalan di hadapan-Nya. Ia tidak mengatakan secara terus-terang, bahwa ia meminta duitnya, tetapi ia hanya menyeru. Namun seruannya itu sudah menunjukkan bahwa ia membutuhkan bantuan dan pemberian orang lain. 

Itulah hanyalah sekedar contoh. Dan Allah Swt Maha Mulia dari contoh yang rendah dan hina seperti ini.