Alam Semesta: Lahir dan Batinnya

Hikmah Kedelapan Puluh Enam


الْأَكْوَانُ ظَاهِرُهَا غِرَّةٌ وَبَاطِنُهَا عِبْرَةٌ, فَالنَّفْسُ تَنْظُرُ إِلَى ظَاهِرِ غِرَّتِهَا وَالْقَلْبُ تَنْظُرُ إِلَى بَاطِنِ عِبْرَتِهَا

“Lahir alam semesta adalah tipuan, dan batinnya adalah pelajaran. Nafsu itu hanyalah melihat bentuk lahir tipuannya, dan hati melihat bentuk batin pelajarannya.”


(Ibn Athaillah al-Sakandari)

[Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari]


Ketika Anda berada di alam semesta ini, maka janganlah Anda tertipu dengan bentuk lahirnya. Jikalau dilihat dengan mata lahir, bentuknya memang indah dan menawan. Namun jikalau Anda sudah masuk dalam perangkapnya, maka Anda akan buta dari cahaya Allah Swt, sehingga tidak mendapatkan hidayah-Nya dan larut dalam kesesatan. 


Lihatlah bentuk batinnya. Dunia ini adalah sarana, bukan tujuan. Tempatkanlah ia pada tempat yang sebenarnya. Tunaikan segala perintah-Nya selama di dunia ini dan jauhi seluruh larangan-Nya. kerahkanlah seluruh kemampuan Anda untuk mendapatkan ridho-Nya dan ampunan-Nya, karena itu jalan utama menuju hadirat-Nya.


Jikalau Anda menuruti hawa nafsu, maka Anda akan tertipu, karena Anda hanya bisa melihat keindahan semunya semata. Limpahan harta, uang, materi, rumah mewah dan sebagainya. Akan tetapi gunakanlah hati Anda untuk melihat batinnya. Apa yang ada di dunia ini adalah sarana yang menunjukkan eksistensi-Nya. Apa yang Anda miliki adalah pemberian-Nya agar Anda bersyukur kepada-Nya.  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.