Jangan Terlena Oleh Urusan Dunia

Hikmah Kedua Puluh empat


لَا تَتَرَقَّبْ فُرُوْغَ الْأَغْيَارِ فَإِنَّ ذَلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُوْدِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيْمَا هُوَ مُقِيْمُكَ فِيْهِ

“Jangan menunggu selesainya urusan-urusan dunia, karena hal itu jutsru akan membuatmu terputus dari pengawasan Allah Swt, yaitu pada kondisi yang engkau ditempatkan-Nya disana.”


(Ibn Athaillah al-Sakandari)

[Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari]


Ketika waktu bermunajat telah tiba, maka janganlah menunggu pekerjaanmu selesai terlebih dahulu. 


Hampirilah sang Penguasa, kemudian selesaikanlah urusan dunia Anda. Kententuan dan aturan yang dibuat-Nya bertujuan, agar Anda terlihat shaleh, baik zhahir maupun batin, serta dalam setiap urusan yang Anda jalani sehari-hari. 


Ketika bekerja, maka Anda akan selalu merasa di awasi-Nya, sehingga Anda tidak mau korupsi, baik korupsi harta, waktu, uang dan sebagainya. Ketika berdagang, maka Anda tidak ada hasrat untuk menipu dan merusak timbangan, karena Anda merasa berada di bawah pengawasan-Nya. 


Ketika Anda lalai dengan dunia dan menomor duakan-Nya setelah pekerjaan, maka rasa pengawasan-Nya akan hilang dari dalam diri Anda. 


Akhirnya, Anda akan mudah melakukan perbuatan jahat dan maksiat ketika sendirian, karena Anda merasa tidak ada yang mengawasi. Jikalau Anda pejabat, maka Anda akan menerima suap dengan mudah, tanpa memikirkan akibatnya, baik di dunia maupun di akhirat kelak. [] 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.