Lihatlah Allah Swt, Maka Anda Akan Tenang

 Hikmah Keseratus Enam Belas


إِنَّمَا يَسْتَوْحِشُ الْعُبَّادُ وَالزُّهَّادُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ لِغَيْبَتِهِمْ عَنِ اللهِ فِي كُلِّ شَيْءٍ. فَلَوْ شَهِدُوْهُ فِي كُلِّ شَيْءٍ, لَمْ يَسْتَوْحِشُوْا مِنْ شَيْءٍ

“Para Ahli Ibadah dan para Zahid merasa risau dengan segala sesuatu, karena mereka tidak melihat Allah Swt dalam segala sesuatu. Jikalau mereka menyaksikan-Nya, maka mereka tidak akan merisaukan apapun.” 


(Ibn Athaillah al-Sakandari)

[Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari]


Para Ahli Ibadah adalah orang-orang yang mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah Swt. Tidak ada sedikitpun moment, kecuali ia mengisinya dengan ketaatan dan ibadah. Sedangkan para Zahid adalah orang-orang yang meninggalkan dunia untuk mendapatkan keridhoan-Nya dan cinta-Nya. Di antara mereka ada yang orang kaya, hanya saja harta itu berada di tangannya, bukan di hatinya, sehingga ia bebas dan tidak dikendalikan hawa nafsu. 


Kedua kelompok ini adalah orang-orang yang dekat kepada Allah Swt. Jikalau mereka masih merasa risau, itu terjadi karena mereka belum menyaksikan sifat-sifatNya di dalam segala sesuatu. Ketika, misalnya, ia tertimpa musibah, maka hendaklah ia mengingat bahwa Dia adalah Zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyaang, yang tidak akan menguji hamba-Nya di atas kemampuannya. Jikalau ia kehilangan harta, maka hendaklah ia segera menyadari bahwa Dia adalah Zat yang Maha Kaya. Harta yang hilang bisa diganti-Nya dalam sekejap mata. 


Jikalau ia mampu menyaksikan sifat-Nya dalam segala sesuatu yang ada di dunia ini, maka ia tidak akan pernah merasa sedih. Hatinya akan selalu dipenuhi ketentraman dan kebahagiaan. Ia akan sadar, bahwa semua yang ditentukan-Nya adalah kebaikan bagi-Nya; hanya saja kadang-kadang ia tidak mampu mencernanya. 


Jikalau Anda beribadah, maka beribadahlah dengan Ihsan. Bahkan dalam segala sesuatupun, Anda harus Ihsan. Artinya, jikalau Anda tidak mampu melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia melihat Anda dan menyaksikan gerak-gerik Anda.


Dia itu ghaib, akan tetapi ADA, dan lebih dekat dari urat nadi Anda. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.