Perkara yang Perlu Anda Khawatirkan

Hikmah Keseratus Delapan


لَا يُخَافُ عَلَيْكَ أَنْ تَلْتَبِسَ الطُّرُقُ, وَإِنَّمَا يُخَافُ عَلَيْكَ مِنْ غَلَبَةِ الْهَوَى عَلَيْكَ

“Bukan ketidak jelasan jalan yang dikhawatirkan bagi dirimu, akan tetapi yang dikhawatirkan adalah apabila hawa nafsu menguasai dirimu.”


(Ibn Athaillah al-Sakandari)

[Kitab al-Hikam karya Ibn Athaillah al-Sakandari]

 

Sebagai seorang makhluk yang dikaruniakan akal, Anda tentu bisa membedakan mana jalan kebaikan dan mana jalan keburukan. Masalah ini sama sekali tidak perlu dikhawatirkan dan dirisaukan. 


Dengan sendirinya, Anda bisa mengenal jalan kebaikan dengan segenap elemannya, seperti tanda-tandanya dan ajarannya. Sebaliknya, Andapun mampu mengenal jalan keburukan dengan sendirinya, karena tanda-tandanya sudah ada. 


Hanya saja kadang-kadang jiwa Anda dikuasai oleh hawa nafsu, sehingga Anda menapaki jalan keburukan dan menjauhi jalan kebenaran. Hati kecil Anda tidak akan pernah berbohong. Fithranya adalah mengikuti kebenaran. Misalnya, Anda adalah seorang pejabat negara. Ketika Anda dihadapkan setumpuk uang korupsi, dan pada waktu bersamaan Anda sedang membutuhkan dana yang banyak untuk pengobatan keluarga Anda, maka apakah yang Anda lakukan?


Hati kecil Anda akan menunjukkan jalan kebanaran, bahwa korupsi itu haram dan tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, hawa nafsu Anda justru menggoda Anda untuk mengambilnya. Disinilah peran keimanan, apakah keimanan Anda mampu melawannya atau tidak?! 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.